HMI MPO Melawan Penguasa Menindas

Disaat penguasa melakukan penindasan terhadap rakyat Indonesia yang dimana organisasi mahasiswa dan organisasi masyarakat mengikuti kemauan penguasa yang menjalankan kekuasaan secara otoriterisme, diktatorisme dan totaliterianisme disaat itulah HMI MPO hadir dengan mempertahankan "Asas Islam" dengan menolak "Asas Tunggal Pancasila" yang diterapkan rezim orde baru untuk menyingkirkan lawan politik dan melanggengkan kekuasaannya serta penafsiran Pancasila mengikuti selera penguasa tidak ada bedanya dilakukan oleh rezim petugas Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menerapkan UU Ormas.

Sejarah perpecahan HMI menjadi dua secara substansial adalah HMI mengikuti atau menolak dan melawan selera penguasa rezim orde baru. Perpecahan di mulai Kongres ke-15 HMI di Medan pada tahun 1983. Pada tahun 1986, HMI yang menerima azas tunggal Pancasila dengan pertimbangan-pertimbangan politis beserta tawaran-tawaran menarik lainnya, rela melepaskan azas Islam sebagai azas organisasnya dinamakan HMI Dipo, dikarenakan bersekretariat di Jalan Pangeran Diponegoro Jakarta. Sedangkan, HMI yang tetap mempertahankan azas Islam kemudian dikenal dengan istilah HMI MPO (Majelis Penyelamat Organisasi).

HMI MPO bukan organisasi mahasiswa yang Anti PANCASILA tetapi organisasi mahasiswa melawan penguasa yang mempertentangkan Islam dengan Pancasila untuk kepentingan kekuasaan dalam menindas rakyat terutama Wong Cilik dan menyingkirkan lawan politiknya untuk mempertahankan dan melanggengkan kekuasaan yang otoriterisme, diktatorisme dan totaliterianisme.

Suparman, Kader HMI MPO

Category: 


from Opini https://www.konfrontasi.com/content/opini/hmi-mpo-melawan-penguasa-menindas
via IFTTT