Erdogan Masuk Daftar Musuh dalam Sesi Latihan, NATO Minta Maaf

KIBLAT.NET, Ankara – Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg mengeluarkan permintaan maaf atas sebuah daftar catatan yang menempatkan Presiden Recep Tayyip Erdogan dan Mustafa Kemal Atatürk sebagai “musuh” selama latihan militer NATO di Norwegia. Di hari yang sama, permintaan maaf lain datang dari Menteri Pertahanan Norwegia Frank Bakke-Jensen.

Dalam pernyataannya, Stoltenberg menyebut hal itu sebagai sebuah insiden yang terjadi selama latihan yang baru saja ditutup di Pusat Perang Bersama NATO di Stavanger. Ia mengatakan hal itu adalah “hasil tindakan individu dan tidak mencerminkan pandangan NATO.”

Pernyataan itu mengatakan bahwa individu tersebut adalah seorang kontraktor sipil yang diperbantukan oleh Norwegia. Individu itu dilaporkan telah dikeluarkan dari pelatihan tersebut dan dijatuhi sanksi indisipliner.

Sebelumnya pada hari Jumat, Presiden Recep Tayyip Erdogan mengumumkan bahwa Turki telah menarik 40 tentaranya dari latihan NATO yang direncanakan menyusul insiden tersebut. NATO mengatakan bahwa dua insiden terpisah terjadi sehubungan dengan Erdogan dan Ataturk.

Awalnya, seorang teknisi menggunakan gambar Ataturk yang dia temukan secara online untuk mewakili barisan musuh. Setelah petugas Turki mengonfirmasi insiden tersebut, teknisi tersebut dipecat dari tugasnya.

Insiden lain melibatkan petugas Norwegia asal Turki, yang membuka akun palsu Erdogan di jaringan media sosial internal NATO dan mengirim komentar anti-aliansi atas nama presiden. Setelah mengonfirmasi kejadian tersebut dengan perwira Turki di komando angkatan laut, petugas yang bertanggung jawab atas insiden tersebut juga dipecat.

Angkatan Bersenjata Turki mengumumkan pada hari Jumat lalu bahwa permintaan maaf secara verbal dan tertulis telah diterima terkait insiden tersebut, dengan mengonfirmasikan bahwa dua personil NATO telah dipecat.

Hubungan NATO dan Turki sendiri memanas setelah negara itu memutuskan untuk membeli sistem rudal S-400 Rusia. Pilihan alutsista Turki ini ternyata membuat NATO berang.

Awalnya pihak NATO hanya menyampaikan komplain bahwa sistem pertahanan buatan Rusia itu tidak kompatibel dengan sistem pertahanan udara NATO. Tetapi kemudian, salah satu petinggi NATO Jenderal Petr Pavel menyampaikan kepada wartawan kemungkinan Turki akan menerima sanksi NATO karena tidak membeli rudal Amerika.

Sumber: Daily Sabah
Redaktur: Ibas Fuadi

The post Erdogan Masuk Daftar Musuh dalam Sesi Latihan, NATO Minta Maaf appeared first on Kiblat.


From Kiblat https://www.kiblat.net
Media Partner SUARA RAKYAT
via IFTTT

Daftar dan dapatkan update terkini melalui email.: