Dahnil Anzar: OPM Teroris dan Lebih Kompleks dari Kelompok Santoso

KIBLAT.NET, Jakarta- Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak menegaskan bahwa separatisme di Papua adalah tindakan terorisme. Menurutnya, dalam menangani hal ini, Polisi dan TNI harus bekerjasama.

“Ini bagaimanapun serupa dengan aksi terorisme. Maka Polisi harus bekerja sama dengan TNI, apalagi TNI sudah teruji dengan medan semacam itu,” katanya saat dihubungi Kiblat.net pada Jumat (03/11).

“Saya pikir segala upaya harus dilakukan,” sambung pria yang akrab dengan sapaan Anin ini.

Ia juga menyebut kasus Santoso di Poso, Sulawesi Tengah. Ia mengatakan, memang pemerintah dalam hal ini Polisi dan TNI menggelar berbagai operasi. Kalau di Papua, kata dia, proses operasinya seperti apa, saya tidak tahu.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa kasus di Papua lebih kompleks daripada kasus Santoso di Poso. Maka, pemerintah harus menggunakan tenaga ekstra untuk menyelesaikan separatisme di Papua.

“Separstisme di Papua saya pikir lebih kompleks karena jumlahnya lebih banyak. Maka saya kira penangannya lebih komplek dan ekstra,” tukasnya.

Sebagaimana diketahui, status siaga 1 di wilayah Tembagapura, kabupaten Mimika, Papua akhirnya diberlakukan pada Ahad (29/10/2017).

Hal itu menyusul penembakan oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB) pimpinan Sabinus Walker terhadap Pos Polisi Brimob di mile 66 Tembagapura dan Polsek Tembagapura dari jarak sekitar 400 meter.

 

Reporter: Taufiq Ishaq
Editor: Syafi’i Iskandar

The post Dahnil Anzar: OPM Teroris dan Lebih Kompleks dari Kelompok Santoso appeared first on Kiblat.


From Kiblat https://www.kiblat.net
Media Partner SUARA RAKYAT
via IFTTT

Daftar dan dapatkan update terkini melalui email.: