Cacat Nalar Kemanusiaan Jika Takbir Jadi Indikasi Serangan Teroris

KIBLAT.NET, Jakarta – Direktur Pusat Studi dan Pendidikan HAM Uhamka, Maneger Nasution menegaskan bahwa jika kalimat takbir digunakan sebagai indikasi serangan teroris tidak dapat dibenarkan. Menurutnya, sikap tersebut menggambarkan kecacatan nalar seseorang.

“Jika itu benar adanya, itu menggambarkan kecacatan nalar kemanusiaan pejabat publik. Salah satu nilai paling elementer dalam HAM adalah respek terhadap perasaan publik. Pejabat publik tidak boleh miskin moralitas,” katanya kepada Kiblat.net melalui keterangan tertulis pada Rabu (15/11/2017).

Sebelumnya Kapolda Sumatera Barat, Irjen Polisi Fakhrizal menyebut peristiwa pembakaran Mapolres Dharmasraya sebagai serangan teroris. “Yang jelas indikasi sementara serangan dari teroris, karena ada kata-kata thaghut dan Allahu Akbar,” kata Fakhrizal di hadapan awak media.

Dari sini Maneger mengimbau kepada pimpinan Polri untuk mengambil tindakan tegas terhadap Kapolres tersebut. Ia menegaskan, statemen tersebut secara tidak langsung mengaitkan tindakan teroris dengan agama tertentu.

“Sulit untuk menghindari persepsi publik bahwa sudah terjadi bias dalam penyebutan ‘teroris’ dan sejenisnya. Bias yang bertitik pusat pada stigmasasi terhadap kelompok agama tertentu. Sanksi organisasi dan sanksi pidana, saya kira, layak dipertimbangkan (bahkan dijatuhkan) bagi Kapolres tersebut,” sambungnya.

Kendati demikian, Maneger juga mengimbau kepada publik untuk tidak terprovokasi. Ia mengajak kepada publik untuk mendukung dan mengawasi pimpinan Polri untuk memproses kasus ini.

“Di samping diproses secara disiplin organisasi, juga dijerat dengan pidana/KUHP dan UU Nomor 39 tahun 1999 tentang HAM,” katanya sembari berpedan agar hal yang sama tidak terulang kembali di masa mendatang.

Reporter: Taufiq Ishaq
Editor: M. Rudy

The post Cacat Nalar Kemanusiaan Jika Takbir Jadi Indikasi Serangan Teroris appeared first on Kiblat.


From Kiblat https://www.kiblat.net
Media Partner SUARA RAKYAT
via IFTTT