Belum Selesai Kasus First Travel, Mencuat Penipuan Baru Perjalanan Umrah

KONFRONTASI -  Belum tuntas kasus penipuan penyelenggaraan umrah First Travel, kepolisian kembali mengungkap kasus penipuan yang sama. Terkait itu, Satuan Reserse kriminal Polres Kota Surakarta segera memanggil pihak manajemen biro travel “Umrah Hannien Tour” terkait kasus penipuan terhadap puluhan korban, warga Solo yang hendak berangkat ke Tanah Suci.

“Kami sudah meminta keterangan 10 saksi yang menjadi korban penipuan umrah ke Tanah Suci, tetapi manajemen biro travel hingga sekarang tidak ada realisasinya, kata Kepala Satuan Reskrim, Polres Kota Surakarta Kompol Agus Puryadi di Solo.

BERITA TERKAIT +

Menurut Agus Puryadi, jumlah korban total yang sudah menyetorkan uang biaya umrah ke biro travel “Umrah Hannien Tour” Solo, sebanyak 43 orang, tetapi sebagian ada yang dikembalikan uangnya.

Penyidik Polres Kota Surakarta segera memanggil pihak manajemen biro travel ke Mapolres untuk dimintai keterangannya terkait kasus tersebut. Setiap korban sejak Januari hingga Pebruari 2017 telah menyetorkan biaya umrah antara Rp21 juta hingga Rp26 juta ke biro travel.

“Kami juga telah mengumpulkan barang bukti antara lain surat tanda setoran biaya umrah dan tas atau koper milik korban yang dibagikan dari pihak manajemen untuk pelanggannya,” kata Agus Puryadi.

Puluhan orang sebelumnya mendatangi Polres Kota Surakarta melaporkan dugaan kasus penipuan uang ratusan juta rupiah oleh biro travel “Umrah Hannien Tour” di Solo pada 11 Oktober 2017.

Menurut Agus Puryadi, sebanyak 20 korban yang melaporkan kasus penipuan tersebut masing-masing telah dijanjikan akan diberangkatkan ke Tanah Suci, tetapi hingga kini tidak ada realisasi.

Padahal korban sudah melunasi biaya umrah antara Rp21 juta hingga Rp26 juta per orang.

Menurut dia, biro travel umrah yang berkantor di Solo Paragon Mall lantai tiga di Jalan Yosodipuro Nomor 133, Mangkubumen, Banjarsari, Solo itu, sudah lama tutup. Namun dia memiliki kantor pusat di wilayah Jawa Barat.

Polisi kemudian melakukan pengembangan kasus tersebut. Jika bukti sudah kuat segera mengamankan pihak manajemen biro travel yang berinisial A dan Oo.

Polisi segera mencari pelakunya dari tempat persembunyiannya dengan koordinasi dengan Polres lain.(Jft/Aktualpujasera)

Category: 


from Politik http://www.konfrontasi.com/content/politik/belum-selesai-kasus-first-travel-mencuat-penipuan-baru-perjalanan-umrah
via IFTTT

Daftar dan dapatkan update terkini melalui email.: