Ayo, Gelorakan Gerakan Rakyat:Tangkap Setya Novanto !!!

KONFRONTASI -  Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menyatakan Setya Novanto sebagai tersangka kasua korupsi e-KTP. Pusat Kajian Anti Korupsi Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (PUKAT UGM) menilai seharusnya KPK segera menahan Setya Novanto.

"Kalau saya berpendapat harus segera ditahan," ujar salah seorang peneliti PUKAT UGM, Hifdzil Alim dalam keterangan tertulisnya kepada wartawan, Senin (17/7/2017).

Hifdzil melanjutkan, berdasarkan KUHAP, penahanan merupakan wewenang penyidik asal memenuhi satu dari tiga alasan.
 

"Ditakutkan menghilangkan barang bukti, melarikan diri, atau mengulangi perbuatannya lagi. Kalau alasan menghilangkan barang bukti agak susah karena barang bukti ada di tangan KPK. Kalau mengulangi kasusnya lagi juga susah. Tapi alauo melarikan diri, bisa jadi karena SN punya sumber daya untuk itu," katanya.

Namun menurutnya hal itu tergantung pada subyektivitas penyidik KPK. Dia menjelaskan penetapan tersangka pada Novanto ini menjadi hal yang bagus untuk membongkar korupsi.

"Selanjutnya KPK harus juga membongkar terduga lain yang disebut dalam dugaan kasus korupsi E-KTP. Ada terduga lainnya dari unsur legislatif, eksekutif dan korporasi," imbuhnya.

Dia mengingatkan membongkar kasus e-KTP adalah pekerjaan panjang. Menurutnya semua pihak harus tetap mengawal kasus ini.

"Ini skandal besar. Sangat merugikan negara. KPK tidak boleh kendur," pungkas dia.

Ketua Umum Partai Golkar yang juga Ketua DPR RI, Setya Novanto mengakui bahwa dirinya dulu pernah menjadi komisaris PT Mondialindo Graha Perdana pada tahun 2000 sampai 2002 lalu.

"Saya pernah menjadi komisaris di sana," akunya kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) saat menjadi saksi dalam kasus dugaan korupsi pengadaan KTP berbasis elektronik (KTP-el) dengan terdakwa Andi Agustinus alias Andi Narogong di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Jumat (3/11).

PT Mondialindo Graha Perdana merupakan salah satu perusahaan yang menjadi pemilik saham-saham di PT Murakabi Sejahtera. Adapun PT Murakabi Sejahtera sendiri merupakan salah satu perusahaan yang juga ikut tender proyek pengadaan KTP-el tahun 2011 silam.

Namun, Setnov, begitu sapaan khas Setya Novanto mengaku sudah sejak lama menjual perusahaan itu kepada seseorang yang bernama Khairul Taher.

Jaksa KPK nampaknya tak percaya dengan apa yang disampaikan oleh Setnov dan kemudian membuka berkas soal istri Setnov, Destri Astriani Tagor dan anaknya Reza Herwindo yang ternyata memiliki saham PT Mondialindo Graha Perdana. Terkait kepemilikan saham orang-orang terdekatnya itu, kembali Setnov mengaku tak tahu.

"Tidak tahu yang mulia," kilah Setnov.

Diketahui, PT Murakabi Sejahtera adalah salah satu anggota konsorsium yang diduga dibentuk oleh terdakwa Andi Narogong. Kepentingan konsorsium Murakabi adalah untuk memenangkan proyek e-KTP.

PT Murakabi juga sempat dipimpin oleh keponakan Setnov, Irvanto Hendra Pambudi. Putri Setnov, Dwina Michaela pun sempat menjabat sebagai komisaris(KONF/DETIK, RMOL)

Category: 


from Tokoh https://www.konfrontasi.com/content/tokoh/ayo-gelorakan-gerakan-rakyattangkap-setya-novanto
via IFTTT

Daftar dan dapatkan update terkini melalui email.: