Apakah Tahlil dan Doa Bersama Bisa Selamatkan Novanto Dari Jerat Hukum?

KONFRONTASI -  Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto dikabarkan mengadakan acara di kediamannya pada Sabtu (11/11) malam kemarin.

Menurut Sekjen Partai Golkar Idrus Marham, acara tersebut bukanlah sebuah pesta tertentu, melainkan sebuah acara doa bersama yang digelar tuan rumah.

“Semalam bukan pesta, tapi adalah doa. Dan yg memimpin doa adalah Idrus Marham,” ucap Idrus di kantor DPP Partai Golkar, Jakarta Barat, Minggu (12/11).

Ketika ditanya lebih rinci mengenai doa untuk apa, Idrus membantah jika acara tersebut ditujukan untuk kebebasan Novanto dari kasus dugaan korupsi e-KTP.

“Doanya adalah kita mensyukuri. Dan saya menyatakan, setiap ada peristiwa yg menyangkut kehidupan manusia itu harus disyukuri,” kata dia

Sebagaimana diketahui, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menetapkan Novanto sebagai tersangka dalam kasus tersebut, pada Jum’at (10/11) lalu.

Penetapan ini sendiri diumumkan beberapa hari setelah beredarnya Surat Perintah dimulainya penyidikan (SPDP) Novanto dalam kasus dugaan korupsi e-KTP..(KONF/AKTUAL)

Category: 


from Tokoh https://www.konfrontasi.com/content/tokoh/apakah-tahlil-dan-doa-bersama-bisa-selamatkan-novanto-dari-jerat-hukum
via IFTTT