Al-Syabaab Rilis Video Ungkap Detil Serangan Mematikan 2 September Lalu

KIBLAT.NET, Mogadishu- Kelompok jihadis al-Syabaab di Somalia baru-baru ini merilis video peristiwa detil operasi raid mereka terhadap sebuah basis militer Somalia di dekat kota pelabuhan di selatan, yaitu Kismayo. Operasi raid atau penggerebekan dengan taktik komando ini berlangsung pada tanggal 2 September yang lalu, menewaskan lebih dari 20 personil militer Somalia. Angka ini jauh lebih besar dari jumlah korban “resmi” yang diakui oleh pejabat-pejabat Somalia.

Berbagai adegan riil dalam video pertempuran produksi al-Syabaab ini dirangkum dan diberi judul bergaya imperatif “Bersikap Keraslah Terhadap Mereka”. Video yang dirilis pada hari Senin (13/11) berisi sejumlah cuplikan dramatis operasi serangan malam, di antaranya aksi bom-bom mobil yang secara masif menjadi “intro” sebelum pejuang-pejuang al-Syabaab lainnya menyerbu masuk markas militer tersebut.

Kontak senjata sengit pun langsung pecah antara al-Syabaab dengan pasukan Somalia. Tak kalah seru adalah peristiwa eksekusi terhadap sisa tentara Somalia yang masih hidup. Menurut LWJ, beberapa elemen video merupakan rekayasa atau ilustrasi tambahan seperti nyala api di ujung moncong senjata, termasuk sejumlah efek suara. Namun secara konten, video ini dinyatakan otentik.

Serangan al-Syabaab terhadap markas militer di Bala Gadud ini diinisiasi dengan sebuah taktik yang sudah menjadi ciri khas al-Qaidah berupa serangan bom mobil dini hari di banyak titik yang berbeda untuk membuka pertahanan musuh sekaligus memberikan efek kejut. Selanjutnya, tim penyerang dengan efektif menyerbu masuk ke jantung wilayah musuh. Di bagian inilah operasi penggerebekan yang sesungguhnya terjadi.

Saat itu, pejabat resmi Somalia merespon dengan mengumumkan sedikitnya 10 tentara mereka meregang nyawa, sementara al-Syabaab mengklaim telah menewaskan 26 tentara musuh. Video ini sendiri mengkonfirmasi jumlah korban yang lebih besar. Puluhan mayat tentara Somalia terlihat tergeletak di setiap sudut markas. Nampaknya, pejuang-pejuang al-Syabaab tanpa ampun menghabisi musuh mereka yang terlihat masih hidup.

Markas militer Somalia ini memang terlihat masih baru. Material pabrikan HESCO yang biasa digunakan untuk tanggul anti-banjir dan perlindungan anti-peluru di pos militer terlihat masih tertata rapi dan baru. Tenda-tenda militer kiriman dari Amerika yang masih baru, termasuk terpal oranye sebagai penanda “pasukan kawan” dari serangan udara juga terlihat di video ini.

Al-Syabaab memperoleh banyak ghanimah berbagai jenis senjata dan peralatan militer dari markas tersebut, di antaranya mortar, senapan mesin, dan Kalashnikov. Di bagian akhir video, al-Syabaab menyatakan 16 anggota “milisi murtad” Bala Gadud telah membelot ke kelompok jihadis tersebut. Sementara, sebelas tentara Somalia yang tertawan dijajar di depan bendera al-Syabaab.

Sejumlah arsip pernyataan tokoh-tokoh jihad mulai dari Dr. Aiman adz-Dzawahiri, Syeikh Mukhtar Abu Zubair, Adil al-Abab, dan Hamid al-Hamidi turut menghiasi edisi video kali ini. Syeikh Mukhtar Abu Zubair, amir pertama al-Syabaab gugur akibat serangan udara AS pada tahun 2014. Sementara dua nama terakhir termasuk pemimpin senior AQAP yang masing-masing gugur terkena serangan drone AS pada tahun 2012, dan dieksekusi oleh Arab Saudi tahun 2016 lalu.

Pasca operasi gabungan pasukan Somalia dan Uni Afrika tahun 2011, al-Syabaab kembali bangkit melakukan perlawanan di Somalia. Pelan namun pasti, al-Syabaab secara sistematis kembali menguasai banyak kota dan desa yang sempat lepas di Somalia bagian tengah dan selatan. Tidak jarang, wilayah-wilayah tersebut secara gratis kembali di bawah kontrol para jihadis setelah ditinggalkan pasukan Somalia maupun Uni Afrika.

Hingga saat ini, al-Syabaab masih dianggap sebagai ancaman potensial bagi markas-markas militer Uni Afrika & Somalia di wilayah tengah dan selatan, termasuk di dalam wilayah Kenya bagian utara. Sejak awal 2017, al-Syabaab sudah melancarkan sejumlah serangan mematikan termasuk menggunakan bom improvisasi di wilayah Kenya dengan ritme dan intensitas yang terus meningkat.

Di waktu yang sama, al-Syabaab membuktikan mampu melakukan serangan ke wilayah-wilayah dengan sistem pengamanan ketat di jantung ibukota Mogadishu, seperti serangan 14 Oktober lalu yang memakan banyak korban. Menurut data LWJ, selama 2017 ini al-Syabaab telah melancarkan sedikitnya 40 bom mobil di kota Mogadishu. (Syaf)

 

Sumber: Long War Journal
Redaktur: Yasin Muslim

The post Al-Syabaab Rilis Video Ungkap Detil Serangan Mematikan 2 September Lalu appeared first on Kiblat.


From Kiblat https://www.kiblat.net
Media Partner SUARA RAKYAT
via IFTTT