‘Ada Upaya Adu Domba dalam Kasus Pembubaran Kajian’

KIBLAT.NET, Jakarta- Anggota Komisi Hukum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Anton Tabah Digdoyo menilai ada upaya pecah belah umat Islam sehubung ramainya kasus pembubaran kajian. Sebab, dahulu belum pernah terjadi pembubaran kajian semacam ini.

“Pasti ada upaya pecah belah pihak tertentu. Jangan-jangan ini semua didesain oleh kekuatan tertentu. Dulu nggak ada udah rukun beda pendapat udah ratusan tahun udah rukun, kok jadi begini,” katanya kepada Kiblat.net di Gedung MUI Pusat, Jakarta pada Selasa (07/11).

“Era Jokowi ini kok jadi begini. Ini ada by design. Beda dikit Wahabi, beda dikit radikal,” sambungnya.

Menurut penjelasan Anton, dahulu masyarakat Indonesia disibukan dengan perdebatan masalah khilafiyah. Misalnya, antara yang membaca qunut dan tidak. Namun kendati demikian, perdebatan tersebut tak pernah berujung persekusi antara satu sama lain. Anton tampaknya heran, saat mendengar laporan adanya pemaksaan yang dilakukan oleh suatu ormas untuk membubarkan pengajian secara sepihak.

“Dan masalah bismillah keras dan pelan, nggak masalah. Kok sekarang jadi begini,” sambungnya.

Anton Tabah juga mengkritisi tuduhan radikal dan anti Pancasila yang kini digunakan sebagai dalih pembubaran kajian. Menurutnya, hal itu terjadi akibat banyaknya orang-orang mendefinisikan kata radikal dengan semena-mena.

“Saya tanya memilih pemimpin seiman apakah radikal? itu dijamin UUD 45. Sekarang oleh rezim didefinisikan untuk tahu radikal,” tukasnya.

 

Reporter: Taufiq Ishaq
Editor: Syafi’i Iskandar

The post ‘Ada Upaya Adu Domba dalam Kasus Pembubaran Kajian’ appeared first on Kiblat.


From Kiblat https://www.kiblat.net
Media Partner SUARA RAKYAT
via IFTTT

close