7 Juta Menganggur, Kesempatan Kerja Terbatas dan Pengeluaran Pemerintah Amburadul

Oleh: Natalius Pigai*

Dari total penduduk Indonesia sebanyak 262 juta orang, terdapat 190,59 juta orang usia kerja. Dari total tersebut terdapat 131,55 juta orang angkatan kerja di mana 7,01 juta.   Tingkat pengangguran terbuka sektor pendidikan dari jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) sebesar 5,36%, Sekolah Menengah Atas (SMA) sebesar 7,03%. Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) 9,27%. Diploma III (D3) sebesar 6,35%, dan universitas 4,98%.  

Sangat disayangkan penganggur SMK, Diploma dan Universitas lebih tinggi bahkan akan makin tinggi. Ini sudah ancaman serius Pak Jokowi. Negara yg dipimpin oleh seorang Tukang tidak mampu atur link & Macth antar pendidikan dan dunia kerja. 
Sejauh pengalaman saya, dilihat dari perkembangan statistik ini menunjukkan bahwa program kabinet Jokowi ini tidak pro job; perusahaan2 ritel dan industri mulai gulung tidak bahkan terancam bangkrut, juga pengeluaran  Pemerintah (government expenditure) lebih banyak ke infrastruktur yg justru menyedot lapangan kerja terbatas dan menguntungkan para swasta asing dan kaum oligarki.

Dalam kondisi ini penduduk Indonesia tiap tahun bertambah 4 juta orang.  Sementara rasio penciptaan lapangan kerja berdasarkan pertumbuhan ekonomi tiap 1% menyedot 400 pekerja maka pertumbuhan ekonomi saat ini baru 5% berarti hanya 2 juta orang terserap, sementara pertumbuhan penduduk 4 juta tiap tahun. Kita terlena sementara bahaya mengancam. 

Kalau tidak mampu, demi NKRI, Bangsa dan Negara lebih terhormat jika tidak berambisi menjadi Presiden tahun 2019 

*Staf Khusus Menakertrans 1999-2005. Pernah menjadi Kepala Bidang Statistik Ketegakerjaan, Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI

Tags: 
Category: 


from Opini https://www.konfrontasi.com/content/opini/7-juta-menganggur-kesempatan-kerja-terbatas-dan-pengeluaran-pemerintah-amburadul
via IFTTT