Warga Medan: "Udah Panas-panasan, Bukan Prabowo Pulak yang Datang, Kecewa Kami..."

Sejak pagi, berbagai rombongan mendatangi lapangan Merdeka Medan.

Sekitar pukul 08.00 WIB, ribuan relawan Romo Center melakukan gladi resik apel siaga. Rencananya, pukul 13.00 WIB, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerindra Prabowo Subianto akan memimpin apel tersebut. Dia juga akan memberikan orasi poltiknya.

Antusias warga yang ingin mendengar suara dan melihat langsung Prabowo terus berdatangan. Kaum ibu yang rata-rata mengenakan gamis dan hijab panjang putih berduyun-duyun memenuhi kursi undangan atau berdiri menumpuk di pagar pembatas depan panggung.

Cuaca Kota Medan yang terik menyengat tak menyurutkan tekad mereka melihat Prabowo. Sambil menghalangi kepalanya dengan sajadah atau kain, mereka bertahan.

"Kami mau nengok Pak Prabowo, udah dari pagi kami di sini. Sengaja ngambil tempat di depan panggung biar nampak jelas mukanya," kata seorang ibu berkacamata hitam, Minggu (22/10/2017).

(Baca juga : Sebut Indonesia Negara Lemah, Prabowo Beberkan Indikatornya)

Saat matahari tepat di ubun-ubun, terdengar raungan mobil bersirine (voorijder). Semua mata terpusat pada rombongan yang datang, para peserta mengira Prabowo sudah tiba.

Karpet merah yang sudah disiapkan untuk jalan para pejabat dan dikawal ketat, tiba-tiba penuh sesak massa.

Begitu melihat pria berpeci berjalan melintasi, semuanya berteriak, "Pak Prabowo, Pak Prabowo..." Ada yang berusaha berjabat tangan, ada yang mengabadikan dengan kamera, ada yang histeris.

Setelah pria tersebut menghilang, beberapa orang seperti tersadar bahwa yang barusan lewat bukan Prabowo, melainkan Hashim Sujono Djojohadikusumo. Kekecewaan langsung terlihat di wajah mereka, kebanyakan dari kaum ibu yang sudah menunggu lama.

"Tadi ku pikir Pak Prabowo itu yang datang, rupanya adeknya. Udah panas-panasan, bukan Prabowo pulak yang datang, kecewa kali kami..." kata seorang ibu sambil menghapus keringat di dahinya.

Hashim dalam amanatnya meminta maaf atas ketidak hadiran Probowo.

"Saya lihat, banyak sekali datang hari ini ibu-ibu, emak-emak, srikandi-srikandi Romo Center dan Gerinda, juga generasi muda Tidar," ucapnya.

"Bapak Prabowo dan Gerinda ambisinya ingin melihat ibu-ibu senyum dan berbahagia karena suami anaknya punya pekerjaan. Biaya pendidikan dan kesehatan terjangkau semuanya," tambahnya.

(Baca juga : Survei Kompas: Elektabilitas Jokowi Meningkat, Prabowo Menurun)

Kalau anak dan suami tidak bekerja, lanjut dia, susah dapat istri yang bahagia. Begitu juga jika menjadi pengangguran, akan susah membiayai biaya hidup, kesehatan, pendidikan, dan biaya lain yang tinggi di negeri ini.

Jika ibu-ibu memilih menjadi TKI ke tempat-tempat yang jauh, sambung Hashim, Prabowo tak menginginkannya. Supaya ibu-ibu tetap bisa bersama suami dan anak-anaknya.

"Inilah tujuan Pak Prabowo dan Gerinda, menyelamatkan bangsa Indonesia. Saya ucapkan selamat kepada Bapak Romo Safi'i atas kehadiran Romo Centernya. Saya yakin, ini akan menolong perjuangan Gerindra di Sumatera Utara," ucapnya.

Prabowo dalam video teleconference-nya meminta maaf tidak bisa hadir ke Medan karena sedang ada kegiatan yang sudah dijadwalkan sebelumnya. Dia bilang, Partai Gerindra partai yang menjadi tumpuan harapan bangsa. Indonesia butuh pilihan alternatif serta kesempatan baru untuk masa depan Indonesia.

"Saat ini kekayaan kita diambil luar negeri, rakyat kita hidup dalam kekurangan, gaji-gaji selalu kecil. Kualitas pelayan buruk, lapangan pekerjaan tidak ada yang baik dan baru untuk anak-anak muda kita. Ini harus membuat kita sadar untuk melakukan perubahan dan perbaikan, semua itu ada pada Gerindra," ucapnya.

Dia juga menyinggung Raden Muhammad Syafi’i alias Romo sebagai tokoh yang sangat mengerti dan mampu menampung aspirasi rakyat. Kemampuannya menjadi aset Gerindra, bangsa Indonesia, dan masyarakat Sumatera Utara.

"Saya butuh pemimpin-pemimpin seperti Haji Muhammad Syafi’i. Saya menyampaikan hormat saya kepada Haji Muhammad Syafi’i dan kader-kader yang dibinanya, pantang menyerah, maju terus," tegas Prabowo.

Para ibu-ibu kader Partai Gerindra rela berpanas-panasan untuk melihat Prabowo, Minggu (22/10/2017).

(Baca juga : Prabowo Akui Pertimbangkan Faktor Uang saat Memilih Calon Kepala Daerah)

Sementara Raden Muhammad Syafi’i mengatakan, acara yang mereka gelar adalah agenda tunggal yang diselenggarakannya secara pribadi untuk mempersiapkan para relawan Romo Center menyambut pemilihan legeslatif dan presiden 2019.

Dia membantah rumor yang berkembang menyebutkan apel siaga tersebut untuk mendeklarasikan dirinya sebagai calon gubernur Sumut.

"Tidak ada persiapan saya ke sana, saya tidak akan maju kalau tidak ada perintah langsung Pak Prabowo. Kalau dipinang atau dipilih, saya tidak akan mau. Kecil kalilah kalau mau jadi gubernur atau DPD, bukan itu tujuan saya,” ucap pria ramah yang biasa dipanggil Romo ini.

Tujuan utamanya adalah bangsa dan negara, khususnya memenangkan Prabowo menjadi presiden mendatang.

Anggota Komisi III DPR RI periode 2014-2019 ini menjelaskan, para relawan yang bergabung dalam Romo Center kebanyakan anak muda beda latar belakang. Mereka akan diajak bekerja untuk membantu rakyat. (Konf/Kompas)

Tags: 
Category: 


from Politik https://www.konfrontasi.com/content/politik/warga-medan-udah-panas-panasan-bukan-prabowo-pulak-yang-datang-kecewa-kami
via IFTTT