Sudahkan Anda Melaksanakan Jihad Dengan Pola Seperti Uraian Dibawah ?

Oleh: Eep Saepulah Fatah

"Energi Potensial Umat Islam Energi Kerumunan harus dirubah menjadi Energi Kinetik yang menggerakkan dan menguatkan posisi Umat Islam"

Energi kerumunan energi berkumpul secara fisik harus diwujudkan berkumpul dalam Ukhuwah dalam segala bidang , termasuk Ukhuwah ekonomi

Letakkan uang kita dalan usaha usaha Muslim di 212 mart, Kitamart, Koperasi Oke Oce, Fresh Mart Oke Oce, Oke Oce mart


Beli belanja dalam Jihad Ekonomi Umat Islam beli hanya di toko dan pedagang muslim

Jihad Politik hanya memilih Pemimpim muslim amanah mulai dari tingkat RT sampai DEWAN hingga PRESIDEN

Jihad Kesehatan Muslim Indonesia Pasien Muslim berobat ke dokter Muslim atau layanan kesehatan muslim

Jihad Pendidikan Muslim Indonesia Murid2 muslim sekolah di sekolah2 pemerintah ATAU sekolah muslim

SELAMAT BERJIHAD....ALLAHU AKBAR
[23:45, 6/10/2017] Herdi Simpati: GOVERNMENT BY THE INTERNET
by Zeng Wei Jian

Kalender Maya berakhir tanggal 12 Desember 2012. Sebelumnya, some fanatics yakin itu armageddon. The dooms day. Tanggal ini akhir dari siklus 5.126 tahun. Lainnya berpendapat, itu awal dari era transformatif.

Tahun 2012 adalah tahun kemenangan Jokowi-Ahok. Artinya, ada transformatif event di Jakarta.

Saya kira, pasca tahun 2012 adalah era transformasi internet. Sejak itu, cyber world semakin menyatu dengan manusia. Segala-galanya dilakukan di internet. E-commerce, cari pacar, dating, expresi diri, diskusi, sampai kampanye politik.

Politik dilakukan dalam cyber world. Mahasiswa ngga perlu lagi turun ke jalan. Ngartis ngga usah pake skill, bakat, tampang, cerdas. Yang penting berisik. Berani caci-maki. Nyolong informasi seolah A1. Banyakin follower. Klaim sampe 3 juta. Itu mutu celeb sosmed. Modal dengkul. No books. No knowledge. Ngga pernah baca nor mikir.

Hasil Pemilu diketahui lebih awal. Internet triger bisnis polling. Murni atau pesanan. Cyber world buka lowongan kerja. Jadi buzzer, hoaxer, spin-doctors. Jurnalisme dirusak. Mutunya semata kaki.

In short, segalanya berlangsung di internet. Anggota Dewan punya hobi baru. Cuit-cuitan di twitter. Berisik. Mereka ngga ragu curhat online. Bikin malu. Selain, Bikin fan-page. Sewa staf sebagai admin. Begitu juga dengan walikota, gubernur, menteri, bahkan presiden. Ada pejabat suka nge-vlog. Selfi-selfi ngga karuwan. Dulu, Ridwan Kamil disebut-sebut sebagai Walikota Internet.

Obama dan Trump dicibir sebagai "President Internet". Saya tidak tau apa sebabnya. Yang pasti, mereka aktif dalam cyber world. Ngetwit dan terlibat twitwar.

Alas, tahun 2012 adalah awal dari "government by the internet". Kepala semua negara, presiden, perdana menteri, para jenderal, menteri kabinet, bankers, dan sebagainya memperhatikan persepsi Social Media.

Koran, radio dan televisi jadi old school. Ngga bisa nyaingin cyber world.

Saya kira, bahaya sekali bila seorang presiden terlalu banyak eksis di internet. Apalagi, menggunakan buzzer sebagai advisor sekaligus mesin pencitraan. Popular decision seringkali incorrect. Survei dan polling bisa direkayasa.

Semoga, Indonesia tidak ikut-ikut menerapkan sistem "government by the internet". Seni memimpin adalah puncak dari semua skill. Rakyatnya adalah manusia nyata. Bukan sekedar akun-akun yang sering dipejorasi sebagai "akun cebong".

THE END

Category: 


from Tokoh https://www.konfrontasi.com/content/tokoh/sudahkan-anda-melaksanakan-jihad-dengan-pola-seperti-uraian-dibawah
via IFTTT