Sopir Taksi dan Kekuatan Doa Seorang Ibu

KIBLAT.NET, Madinah – Kisah di bawah ini bukan mengada-ada. Dikutip dari Ilmfeed.com, Kamis 12 Oktober 2017, Omar Hajaj menceritakan sepenggal pengalaman dengan seorang supir taksi di Madinah. Dari sinilah ia menemukan sesuatu yang berharga dari doa seorang ibu. Apa hubungannya? Simak kisahnya berikut ini!

Saya adalah seorang pelajar yang berasal dari Inggris. Saya telah tinggal dan belajar di kota yang penuh berkah, Madinah sekitar lima tahun. Satu hal terbesar dalam hidup yang pernah saya rasakan ketika menjadi mahasiswa di kota ini adalah ketika berjumpa dengan para supir taksi. Hampir setiap kali saya menghentikan taksi, selalu ada cerita menarik untuk dibagikan. Inilah yang menurut saya paling menarik.

Tidak seperti tempat lain, di Madinah Anda dapat dengan mudah menghentikan taksi dengan menunggu di pinggir jalan. Sebuah mobil biasa berhenti ketika ada orang yang menyetopnya. Tidak ada taksi yang resmi, siapa pun bisa berhenti untuk Anda dan mengantar Anda ke tempat yang Anda inginkan meski bukan profesinya.

Saya menghentikan taksi hari ini dan dijemput oleh seorang sopir yang terlihat religius dari Madinah. Ia mengendarai mobil GMC yang bagus. Pada awalnya saya kebingungan karena biasanya hanya mobil tua yang akan berhenti untuk Anda. Mereka lebih membutuhkan uang daripada orang-orang dengan mobil bagus.

Namun itu tak masalah. Saya melakukan deal dengannya untuk mengantarku pulang dengan ongkos lima riyal. Dia menyuruhku masuk tanpa tawar menawar yang rumit. Sementara dia menyetir, saya sibuk membalas pesan-pesan di ponsel meski saya tahu bahwa dia sedang mencoba untuk mengajak saya mengobrol. Akhirnya saya meletakkan ponsel dan mulai mengobrol dengannya. Begitu mengetahui bahwa saya adalah seorang palajar, dia mendoakan saya dan memberi saya empat buku besar Madzhab Hanbali sebagai hadiah.

Di sela-sela obrolan, dia kerap menatapku dari cermin dan tersenyum. Ketika sampai di tempat tujuan, saya memberinya lima riyal sesuai kesepakatan. Namun dia menolak sembari mengatakan bahwa uang tersebut juga sebagai hadiah. “Nabi Muhammad SAW tidak menolak hadiah,” imbuhnya.

Saya merasa senang dengan kebaikannya dan berpikir masih banyak orang yang baik. Saya merasa ini adalah hadiah dari Allah Ta’ala. Saya lalu bercerita kepadanya bahwa saya baru saja berbicara dengan ibu saya sebelum bertemu dengannya. “Ibu saya mendoakan agar Allah selalu mengirimkan dalam hidup saya orang baik dan mungkin Anda adalah salah satu dari mereka,” kataku kepada supir itu. Dia kemudian mengingatkan saya hal yang menakjubkan tentang kemuliaan seorang ibu. Dia mengatakan bahwa ibu berperan utama dalam sebuah kesuksesan. Dia lalu mengutip kisah para salaf dan ulama di masa lalu tentang bagaimana mereka merawat ibu mereka.

“Jika Anda bisa membuat ibu Anda tersenyum dan tertawa setiap hari maka lakukanlah!” ujarnya menasehati. Dia kemudian bercerita kepada saya tentang manfaat berbuat kebaikan sebagai bagian dari ibadah kepada Allah Ta’ala. Dia juga berbagi cerita menarik tentang kisah-kisah kehidupan nyata dari orang-orang yang dia kenal.

Usut punya usut, dia ternyata adalah anak dari salah satu muadzin terkenal dari Tanah Haram lebih dari 50 tahun yang lalu. Seorang pria yang menguasai 15 bahasa dan mengajari pada muadzin saat ini. Semoga Allah membalas kebaikannya dan menyuburkan lebih banyak orang baik dalam kehidupan kita. Aamiiin.

Sumber: Ilmfeed
Redaktur: Ibas Fuadi

The post Sopir Taksi dan Kekuatan Doa Seorang Ibu appeared first on Kiblat.


From Kiblat https://www.kiblat.net
Media Partner SUARA RAKYAT
via IFTTT

close