Kinerja Meneg BUMN Rinso Buruk, Jokowi Didesak Copot Rinso. BUMN-BUMN Rugi, Bangkrut ! Jokowinomics bisa Krisis

KONFRONTASI- Meneg BUMN Rini Soemarno (Rinso) gagal  kelola BUMN.  '' Rinso bikin Bulog,Garuda, PLN, proyek kereta cepat  dan  tiga bank pemerintah merugi. Seakan dia pembawa kebangkrutan dan pembawa sial. Jokowi harus  copot Rinso kalau tak mau gagal total dan tak mau didemo rakyat/buruh dan mahasiswa secara besar-besaran. Ini negara terancam bangkrut,'' kata aktivis LSM  dan peneliti independen Lutfi Syarqawi dari kalangan muda NU.  ''Rinso, Darmin Nasution dan Sri Mulyani sama parahnya, tak kompeten, Neoliberal dan textbook, tipikal sarjana diktat,'' ujarnya.

Kinerja Rinso  jeblok. Hingga semester I-2017, ada 24 BUMN yang merugi. Nilanya mencapai Rp 5,852 triliun. Angka kerugian itu naik dari kerugian di semester I-2016 yang nilainya Rp 5,826 triliun. Demikian pandangan Hadi Rakhmad, seorang Analis Politik & Kebangsaan... Saat ini terjadi degradasi kepercayaan terhadap kinerja BUMN bidang infrastruktur dan konstruksi. Investor di pasar modal mengkhawatirkan kondisi cash flow BUMN tersebut yang membuat harga saham mereka jatuh. Untuk membalikkan kepercayaan, ada sejumlah solusi yang harus segera diselesaikan, antara lain mempercepat pembayaran utang pemerintah kepada BUMN infrastruktur dan konstruksi.

Solusi lainnya adalah pengambilalihan proyek-proyek infrastruktur oleh pemerintah, menunda sejumlah proyek infrastruktur besar yang belum mendesak, serta memprioritaskan proyek-proyek bernilai komersial tinggi. Demikian pandangan mantan Sekretaris Menteri BUMN Said Didu dan Kepala Riset PT Koneksi Kapital Marolop Alfred Nainggolan dalam diskusi Majalah Investor di Jakarta, Rabu (4/10).

Menurut Marolop dan Said Didu, saat ini terjadi degradasi kepercayaan investor terhadap BUMN infrastruktur dan properti. Karena BUMN tersebut banyak menangani proyek jangka panjang, arus kas terganggu.

Hal itu disebabkan pendapatan yang masuk terbatas sementara mereka harus membayar cicilan bunga. Persepsi negatif itulah yang membuat harga saham emiten infrastruktur jatuh, tidak mencerminkan fundamentalnya. Sebagai contoh, saham PPRO sejak awal tahun hingga 4 Oktober jatuh 85%, WASKT turun 27%, PTPPmerosot 30%, WTON anjlok 31%, WIKA menurun 21%, dan CMNP turun 25%.

Said menegaskan, pemerintah harus terus memperkuat BUMN dengan cara membayar utang-utang ke BUMN, termasuk utang pemerintah ke BUMN sektor infrastruktur atau konstruksi.

“Utang pemerintah ke BUMN hampir Rp 100 triliun, tanpa bunga pula. Itu harus dibayar. Itulah mengapa BUMN kehabisan dana,” kata dia.

Said Didu menyatakan, percepatan pembayaran utang pemerintah ke BUMN, termasuk BUMN infrastruktur dan konstruksi, menjadi solusi untuk membalikkan kepercayaan investor pasar modal terhadap emiten kelompok tersebut. Solusi lain adalah pengambilalihan proyek-proyek infrastruktur oleh pemerintah, tanpa harus melalui persetujuan DPR agar prosesnya bisa cepat.

 

Selain itu, proyek-proyek infrastruktur raksasa yang belum begitu mendesak lebih baik ditunda dan lebih memprioritaskan proyek-proyek komersial bernilai tinggi.

Menurut Said Didu, saat ini sulit bagi BUMN konstruksi untuk menjaminkan asetnya. Karena itu, pemerintah bisa melakukan penjaminan lebih dahulu, kemudian baru diserahkan kepada BUMN konstruksi. “Mengharapkan dari perusahaan konstruksi tidak bisa, karena nggak ada aset yang bisa dijaminkan, kecuali Jasa Marga yang ada ruas jalan. Untuk itu, pemerintah bisa menjaminkan lebih dahulu, baru diserahkan ke BUMN konstruksi, supaya bisa jalan,”ujarnya.(mr/bst)

Category: 


from Tokoh https://www.konfrontasi.com/content/tokoh/kinerja-meneg-bumn-rinso-buruk-jokowi-didesak-copot-rinso-bumn-bumn-rugi-bangkrut
via IFTTT