Jangan Sampai “Macet” di Padang Mahsyar

SOLO (Panjimas.com) – Tabligh akbar bedah buku “Macet di Padang Mahsyar” oleh Ustadz Dede Nur Jannata digelar di Masjid At Taufiq, Tipes, Serengan Solo, Selasa (14/10/2017).

Ustadz Dede, sang penulis buku mengingatkan bahwa hidup di dunia hanya sekali maka jangan berbuat yang menjeruskan ke dalam Neraka.

“Kita ini usia nggak jauh dari 60 tahun, setelah itu akan menghadapi perkara syakaratul maut. Al Quran menceritakan empat hal yang mengerikan yakni syakaratul maut, siksa kubur, di Padang Mahsyar dan dasyatnya api Neraka,” ujarnya.

Dia memperingatkan bahwa menjalani hidup di dunia jangan sampai mengikuti kebanyakan orang. Dewasa ini banyak manusia memilih arus banyaknya kelompok, banyaknya massa. Padahal menurutnya Allah memerintahkan untuk mengikuti satu orang yakni Nabi Muhammad salallahu alaihi wassalam.

“Besok di Padang Masyar, Allah tanya kenapa anda tidak mengikuti satu orang, Rosulullah Muhammad. Matahari ditutunkan sejengkal, manusia kepanasan, keringatnya mengucur menenggelamkan tubuhnya. Dan yang mengikuti kebanyakan orang pada hari itu menyesal,” ucapnya.

Ustadz Dede mengatakan kondisi di Padang Mahsyar semua manusia dibangkitkan dan dikumpulkan selama 50 ribu tahun. Dan yang membuat tidak bergerak manusia di Padang Mahsyar karena beratnya pertanyaan Allah terhadap amal manusia.

“Manusia dari Nabi Adam sampai hari kiamat akan dikumpulkan lamanya 50 ribu tahun, lamanya. Kemarin pak di Pantura macet tiga hari meninggal 30 orang. Di Padang Mahsyar akan macet dengan sangat mengerikan,” ungkapnya.

“Mereka berat menghadapi empat pertanyaan di Padang Mahsyar, tentang umurnya untuk apa dihabiskan. Tentang ilmunya, kalian untuk apa. Tentang hartanya dihabis untuk apa saja. Dan yang terakhir tentang tubuhnya untuk apa dia gunakan,” papar Ustadz Dede. [SY]

 


From Panjimas http://www.panjimas.com
Media Partner SUARA RAKYAT
via IFTTT