Indonesia Most Admired CEO 2017

Oleh: Teddy P. Rahmat

 

Yang saya hormati, Bapak Muhammad Jusuf Kalla, Komisaris Utama Warta Ekonomi Bapak Fadel Muhammad ,
CEO dan PemRed Warta Ekonomi Bapak Muhamad Ihsan,
Pemimpin Perusahaan Warta Ekonomi Bapak Bramantyo Suryo Putro,  yang terhormat para CEO penerima penghargaan pada ajang “Indonesia Most Admired CEO 2017”, dan hadirin yang berbahagia.

Saya merasa terhormat, berada bersama talenta-talenta terbaik Indonesia dalam forum ini. Saya sampaikan selamat atas prestasi yang diraih. Saya bangga dan bersyukur bahwa Indonesia memiliki talenta-talenta hebat seperti Anda sekalian.

Dalam kesempatan ini, saya ingin menyampaikan 3 pesan.

Yang pertama: purpose.
Dalam sebuah kesempatan talk show televisi, saya menyatakan bahwa saya akan terus bekerja sampai di Indonesia tidak ada kemiskinan lagi. Saya sadar, bahwa kondisi itu sangat sulit terjadi, atau mungkin tidak akan pernah terjadi. Tapi saya juga sadar, bahwa sebagai manusia yang lahir, tumbuh, dan berusaha di Indonesia, saya harus jadi bagian yang turut membangun Indonesia. Semampu saya, sekuat saya. Itulah yang saya bisa berikan kepada Indonesia. Negara yang telah memberi begitu banyak kesempatan kepada saya.

Sebagai CEO-CEO pilihan, saya ingin Anda menjawab pertanyaan berikut secara pribadi, *“Apakah purpose of life saya?”*Pertanyaan itu sangat penting untuk dijawab dengan sungguh-sungguh dan jujur. Saya mengutip kata-kata Steve Jobs, “If today were the last day of my life, would I want to do what I am about to do today?”

Time is precious. Waktu kita semua terbatas. Penting untuk memastikan bahwa apa yang kita lakukan dari hari ke hari, mendekatkan kita pada purpose kita. Itu cara terbaik untuk bersyukur atas kehidupan yang Tuhan berikan.  

Yang kedua, sense of mission.
Orang-orang hebat memiliki satu kesamaan: *mereka memiliki sense of mission yang sangat kuat.*Anda semua orang-orang hebat, yang diberi amanah besar untuk memimpin. Amanah untuk membawa perusahaan dari saat ini ke masa depan. Amanah untuk membuat segala sesuatu menjadi lebih baik. Membuat Indonesia menjadi lebih maju, adil dan makmur.

Angela Duckworth, seorang psikolog dari Amerika memperkenalkan istilah “grit” sebagai faktor penentu kesuksesan. Grit adalah gabungan dari purpose, passion, dan perseverance. Adanya grit membuat orang akan konsisten, tahan uji, dan tidak mengenal lelah dalam mewujudkan misinya. Adanya grit membuat kita bangun paling pagi, pulang paling malam untuk memastikan eksesusi yang disiplin dan militan. Grit yang membedakan Anda semua dengan ordinary leaders.

Manusia yang memiliki sense of mission, adalah manusia yang sudah selesai dengan dirinya. Menempatkan kepentingan yang lebih mulia di atas kepentingan diri. Mother Teresa, adalah contoh yang hampir sempurna tentang sense of mission. Seluruh hidupnya dipersembahkan kepada kemanusiaan.

With great power comes great responsibility. Anda semua hadir di acara ini for a reason. Anda mendapatkan penghargaan ini juga for a reason.  Saya percaya Anda semua memiliki kekuatan grit yang luar biasa.

Make or break-nya perusahaan atau organisasi yang Anda pimpin ada di tangan Anda semua. Dalam kesempatan ini, saya ingin menggugah Anda dengan menyatakan bahwa make or break-nya bangsa ini, juga menjadi tanggung jawab Anda semua.

Yang ketiga, values.  
Saya mengutip kata-kata mendiang Bapak Benny Subianto, “We have to change with changing time, but we have to hold on to unchanged values.”

Kekuatan yang besar tanpa values yang kokoh membuat manusia menjadi serakah, kejam, cacat etika, dan cacat integritas. Kekuatan tanpa values mengerdilkan, melemahkan, bahkan bisa mematikan.

Keluarga berantakan karena tidak kokohnya values. Banyak perusahaan tidak sustainable karena rapuhnya values. Negara hancur dan tidak menjadi apa-apa karena mengabaikan pentingnya values. Banyak masalah bangsa Indonesia, yang juga terjadi karena tidak kokohnya values.

Saya, Anda, kita semua mempunyai tanggung jawab yang sama untuk menghidupkan values dalam lingkup kehidupan kita masing-masing. Values yang kokoh harus dimulai dari keselarasan kata dan perbuatan para pemimpin. Tidak lebih, tidak kurang. Kita harus menjadi pemimpin yang menjadi panutan. Pemimpin yang walk the talk.

Membangun bisnis adalah membangun values. Bisnis yang dibangun tanpa values niscaya berantakan dan tidak akan bertahan lama. Tanggung jawab kita sebagai pemimpin, tidak hanya berhenti sampai menghasilkan kinerja finansial yang luar biasa, tapi juga menjadi bagian dari bangsa untuk membangun generasi yang memiliki values yang kokoh. Values yang dimulai dengan integritas.

Kita memiliki tanggung jawab moral dalam hal ini. Betapa akan lebih mudahnya seluruh upaya pembangunan bangsa kita, apabila semua pelaku bisnis juga terpanggil dan ambil bagian nyata dalam penanaman values.

Bapak dan Ibu yang saya hormati.

Less for self, more for others, enough for everybody. Menjadi pemimpin tidak mudah. Didalamnya terkandung amanah yang besar dan mulia, untuk tidak semata-mata mengejar dan mengutamakan kepentingan pribadi, tetapi memberi dampak positif bagi banyak pihak. Itulah reason of being dari true leader.

Ijinkan saya untuk menutup pidato ini dengan membacakan sebuah janji yang tulus dan sederhana mengenai values. Janji ini juga menjadi guiding principles bagi seluruh anak perusahaan dalam group kami.

Hari ini, saya berjanji:

Untuk menjalani hidup dengan transparan dan jujur.

Untuk memberikan lebih dari yang diharapkan, dalam situasi apapun.

Untuk menempatkan kemanusiaan dan tujuan yang lebih mulia, di atas kepentingan pribadi.

Untuk menjadi pribadi yang rendah hati, membuka diri, dan terus memperbaiki diri.

Janji ini saya nyatakan dengan tulus dan sepenuh hati kepada diri sendiri, keluarga, perusahaan, Indonesia, dan Tuhan Yang Maha Kuasa.

Terima kasih.

TP. Rachmat


Jakarta, 13 Oktober 2017

Category: 


from Politik https://www.konfrontasi.com/content/politik/indonesia-most-admired-ceo-2017
via IFTTT

close