Dzikir untuk Bangsa Persembahan Ulama

JAKARTA, (Panjimas.com) – Kehadiran Habib Umar Al Hafid di ruang aula Polda Metro Jaya pada hari Selasa (17/11) menjadi sarana silaturrahim antara ulama  dengan kepolisian sekaligus Dzikir untuk keselamatan bangsa.

Menurut KH. Cholil Nafis, Ketua Komisi Dakwah MUI, ada beberapa hikmah yang dapat dipetik dari acara yang digagas pihak Polda Metro Jaya tersebut.

“Dzikir itu mengingat Allah. Dengan sarana berdzikir maka jamaah dapat menjadi sarana untuk menyatukan asa dan rasa bahwa masalah kebangsaan harus senantiasa mengingat Allah Swt serta memohon bimbingan dan perlindungan-Nya. Sebab Dzikir adalah sarana untuk menciptakan ketenangan dan ketentraman.  Penting meluruskan niat Dzikir berjemaah, baik di Masjid atau luar adalah semata mata untuk mengesakan Allah Swt,” ujar Cholil Nafis.

Ketua Komisi Dakwah MUI itu juga meminta semua elemen bangsa yang ada harus mendoakan Negeri ini agar tetap utuh dan bersatu dalam bingkai Negara Kesatuan Rebublik Indonesia. Sebab ancaman dari luar dan dari dalam selalu ada dan nyata untuk merongrong dan merobek persatuan dan kesatuan yang ada.

“Kegiatan silaturrahim antara ulama dengan kepolisian adalah intinya bertemunya penyeru kebajikan (amar ma’ruf) dengan penghalang kemunkaran (nahi mungkar). Sebab tugas ulama adalah menjelaskan dan penyeru kebaikan sedangkan Polisi adalah penghalang terhadap kemaksiatan.  Ulama penyeru ma’ruf dan nahi munkar dengan “lisan” nasihatnya maka polisi menegakkan dengan “tangan” kewenangannya. Apabila penyeru makruf dan petugas nahi munkar bertemu , maka negara Republik Indonesia ini akan menjadi Republik yg aman,  damai dan sentosa dalam Ridhai Allah atau dalam bahasa agamanya disebut Baldatun Thayyibatun Wa Rabbun Ghafur,” tutur Cholil.

Menghadapi tahun tahun politik dan di tengah arus dunia maya dengan medsos maka silaturrahim langsung menjadi sarana perekat antar elemen bangsa untuk terus untuk menjaga dan merawat NKRI.

“Kita semua berharap dan berdoa semoga dinamika politik dan sosial adalah bagian dari proses pencerdasan ke arah yang lebih baik lagi. Serta kita semua juga berharap dan senantiasa berfikir untuk kemajuan Bangsa. Meletakkan Kepentingan negara  melebihi dari kepentingan kelompok apalagi perorangan,” pungkasnya. [ES]

 


From Panjimas http://www.panjimas.com
Media Partner SUARA RAKYAT
via IFTTT

close