Bursah Zarnubi: Mari Wujudkan Keadilan Sosial bagi Rakyat Lahat, Sumatera Selatan

KONFRONTASI- Pulang ke kampung halaman untuk bertanding di pilkada guna memimpin Kabupaten Lahat Sumatera Selatan, dengan rendah hati Drs  Bursah Zarnubi menuturkan bahwa dirinya merasa bertanggung jawab dan terpanggil untuk membangun/mewujudkan keadilan sosial di daerahnya. ‘’Saya tidak mau rakyat kawasan Lahat hanya jadi obyek pembangunan, hidup miskin dan tidak diberdayakan, saya ingin tegaskan bahwa sumber daya alam dan lingkungan Lahat harus dikembalikan kepada kesejahteraan rakyat setempat, merekalah rakyat saya yang menjadi semangat dan obor perjuangan kita untuk pulang kandang,’’ kata Bursah kepada Konfrontasi, media untuk perubahan.

Berbagai kalangan mengenalnya sebagai  sosok pergerakan. Dengan kesabaran dan keuletannya sebagai anak perantauan di kancah politik Jakarta, akhirnya Drs  Bursah Zarnubi berhasil menjadi Ketua Fraksi Bintang Reformasi di DPR-RI. Istri Bursah yakni Kak Melly adalah Anggota DPR-RI dari Gerindra.

Hasil gambar untuk bursah zarnubi

Bursah, Kapolri Tito dan dr Hariman Siregar

Baginya, rakyat jadi penting dan berarti karena tanpa partisipasi dan peran rakyat, ekonomi dan stabilitas tidak ada artinya. Pembangunan untuk siapa? ‘’Dalam pandangan saya, rakyatlah pemangku kepentingan yang paling utama,’’ kata Ketua Perkumpulan Gerakan Kebangsaan itu.

Di tengah globalisme yang ganas, yang mengguncang Negara-Negara berkembang, maka rakyat menjadi kekuatan utama untuk menyangga perubahan.’’

 Itulah sebabnya, bagi Bursah,  rakyat jadi penting dan berarti, tak cuma modal atau akumulasi kapital. Pertumbuhan  ekonomi bukan lagi yang terpenting melainkan partisipasi rakyat, keadilan sosial, kebersamaan, pemerataan, dan  kesetaraan rakyat  dalam membangun dan menjaga integrasi nasional bersama pemerintah. Bursah yang memiliki postur tubuh tinggi besar ini juga beranggapan bahwa negara boleh saja memiliki hutang luar negeri, asalkan bisa diberdayagunakan untuk kemakmuran dan kesejahteraan rakyat. Alumnus dari Universitas Jayabaya Fakultas Ekonomi, Jakarta, ini pernah memimpin organisasi mahasiswa yakni Ketua HMI cabang Jakarta.

Semasa menjadi mahasiswa, pria pencinta olahraga fitness / body-building ini adalah aktivis pergerakan yang lebih populer  disebut sebagai Kelompok Cipayung.

Hasil gambar untuk bursah zarnubi

Bursah, Geiz Khalifah, Marwan Batubara, Yan Hiksas dan Herdi Sahrasad berdiskusi soal Freeport

Pasca selesai dari dunia kemahasiswaan Bursah Zarnubi  bersama teman-temannya membentuk Lembaga Swadaya Masyarakat, Himpunan Masyarakat Untuk Kemanusiaan dan Keadilan (HUMANIKA) pada tanggal 17 September 1990 di Jakarta. Lewat Humanika, Bursah menggabungkan pola perjuangan, bukan hanya turun ke jalan demonstrasi menentang  pemerintah, namun juga membangun gerakan kultural-intelektual. Bursah juga sosok yang getol akan ilmu, tidak heran pemikiran tokoh-tokoh besar seperti Al Ghazali, Ibn Taimiya, al Kindi, Ibn Rusyd, Jalaluddin Rumi, Iqbal, Al Farabi, Ibn Khaldun dan lain-lain semua dilahapnya. Begitu juga Aristoteles, Rene Descartes, Jean Jacques Rousseou, John Locke, John F Kennedy  dan sebagainya.

‘’Janganlah engkau bertanya, apa yang hendak diberikan oleh Negara kepadamu, namun bertanyalah apa yang hendak kau berikan kepada Negaramu,’’ kata Bursah mengutip John Kennedy. (Bravo)

Category: 


from Politik https://www.konfrontasi.com/content/politik/bursah-zarnubi-mari-wujudkan-keadilan-sosial-bagi-rakyat-lahat-sumatera-selatan
via IFTTT