Berisiko Besar, Kenapa Pentagon Bersikeras Pertahankan Pasukan di Niger?

KIBLAT.NET, Niger – Tanggal 4 Oktober lalu, pasukan khusus AS diberitakan terkena serangan ambush di Niger, dekat perbatasan Mali. Secara umum dinyatakan bahwa aksi militan Islam telah membuat empat tentara Amerika meregang nyawa, namun bagaimana peristiwa itu terjadi tidak banyak diketahui oleh publik. Pada hari Kamis (19/10/2017), Pentagon menyatakan akan membuka hasil penyelidikan atas insiden tersebut sebagai upaya mengungkap kebenaran dan fakta.

Awalnya, pasukan operasi khusus Amerika menggelar “patroli” biasa, tetapi kemudian di perjalanan mereka melakukan kunjungan ke tetua suku di daerah setempat menggunakan kendaraan militer yang tidak dilengkapi lapis baja. Setelah kunjungan itulah, pasukan terbaik AS yang dilatih secara profesional dan berbiaya tinggi itu terkena serangan ambush militan. Efek serangan dadakan ini tidak sampai fatal dan “hanya” memakan korban 4 tentara Amerika tewas karena pasukan Perancis datang menyelamatkan mereka.

Pusat Komando AS di Afrika (AFRICOM) kerap menyatakan mereka butuh lebih banyak pasukan dan peralatan militer di seluruh Afrika yang akan berfungsi sebagai “aset penyelamat”. Niger dianggap tidak mampu membantu ketika insiden terjadi, dan seandainya tidak ada pasukan Perancis di lokasi kejadian barangkali seluruh pasukan Amerika akan habis. Lalu narasi apa yang bisa diterima bagi eskalasi militer Amerika di benua Afrika, sementara hingga saat ini Pentagon masih tidak mau terbuka mengapa pasukan mereka berada di Niger.

Situasi ini memberi kesempatan AFRICOM untuk terus berkampanye sesuai keinginan mereka. Alih-alih menjawab pertanyaan mengapa pasukan AS berada di suatu tempat yang membahayakan seperti di Niger, petinggi-petinggi Pentagon melihat insiden itu sebagai peluang memperoleh lebih banyak anggaran.

Sumber: Antiwar
Redaktur: Yasin Muslim

The post Berisiko Besar, Kenapa Pentagon Bersikeras Pertahankan Pasukan di Niger? appeared first on Kiblat.


From Kiblat https://www.kiblat.net
Media Partner SUARA RAKYAT
via IFTTT