20 Oktober Vs 28 Oktober: Mahasiswa Versus Mahasiswa

Anda bingung dgn judul tulisan ini ? Bagus. Segera Saya jelaskan.

Tanggal 20 Okt 2017 adalah Aksi Mahasiswa-Buruh. Agendanya Evaluasi Tiga Tahun Pemerintahan Jokowi. Salah satu tuntutannya Tolak Perppu No 02 / 2017. Aksi dari jam 15.00 sampai jam 23.30 di depan Istana itu tidak ditemui satu orang pun Perwakilan Istana. Jokowi sendiri keluar kota, tepatnya ke Ponpes milik KH. Said Agil Siraj di Cirebon. Kunjungan sampe sore hari itu didampingi Ketua DPR Setya Novanto. Walhasil, aksi dibubarkan paksa oleh Polisi, sebagian dipukuli dan dipentung sampe mukanya bonyok. Ada 12 Mahasiswa yang diamankan.

Ketika 12 Mahasiswa itu diinterogasi dan digeledah, disamping ada identitas Kartu Mahasiswa, katanya, juga ditemukan Kartu Tanda Anggota (KTA) HTI, Ormas yg beberapa waktu lalu dibubarkan secara sepihak oleh Pemerintah berdasarkan Perpu No 02 / 2017. Opini publik pun diframing bahwa Aksi Mahasiswa-Buruh 20 Okt 2017 adalah Aksi Kelompok Radikal dan Intoleran yang menggunakan Gerakan Mahasiswa. Sampai si sini Anda pasti sudah paham.

Tentang (Rencana) Aksi 28 Okt 2017.

Sejak pagi hari ini, Sabtu Wage 21 Okt 2017, beredar luas di berbagai Grup WA postingan dg subyek : SERENTAK DI 34 PROVINSI DAN 350 KAB/KOTA. 4,5 JUTA MAHASISWA TUNTUT JOKOWI MUNDUR. 28 OKT SEMUA MAHASISWA, DOSEN, PIMPINAN PERGURUAN TINGGI DARI SABANG SAMPAI MERAUKE ... BERGERAK  !!!

Isi postingan tersebut adalah kumpulan berita online tentang Hasil Seminar Kebangsaan dan Rencana Aksi 28 Oktober 2017 secara serentak di berbagai Provinsi. Namanya "Aksi Kebangsaan Melawan Radikalisme dan Intoleransi". Dan di berbagai berita yg dijadikan tautan tidak ada yang berisi TUNTUTAN JOKOWI MUNDUR, sebagaimana judul postingan itu.

Semula di judul postingan ada  kalimat "Aksi Mahasiswa Melawan Radikalisme dan Intoleransi". Belakangan kalimat itu dihilangkan. Tapi tautan berita tidak berubah. Di akhir postingan ditutup dgn kalimat : "Sebarkan ke seluruh Civitas Akademika... 28 Oktober semua bergerak !!!".

Agenda Aksi 28 Okt 2017

Pada 25-26 Sept 2017 ada pertemuan Pimpinan Perguruan Tinggi se Indonesia di Bali. Pertemuan yang dihadiri Jokowi itu menghasilkan Deklarasi "Kebulatan Tekad menjadi Benteng Penjaga  Pancasila dan UUD 1945". Juga menghasilkan sejumlah Rekomendasi, di antaranya akan melakukan Aksi Mahasiswa secara serentak di seluruh Indonesia tanggal 28 Okt 2017 dengan Agenda Utama "Aksi Kebangsaan Melawan Radikalisme dan Intoleransi".

Sampai di sini kita paham apa agenda utama (rencana) aksi 28 Okt nanti. Di antaranya (1) Mendukung Pemerintahan Jokowi, dengan kamuflase menjadi Benteng Penjaga Pancasila dan UUD 1945, (2) Melawan kelompok-kelompok gerakan lawan politik Jokowi dengan framing opini publik yang sudah ada, yaitu mereka yang distigmatisasi Radikal dan Intoleran.

Tentu, Aksi Mahasiswa 28 Okt nanti berbeda dengan Aksi 20 Okt kemaren. Bedanya di mana, Anda tentu sudah tahu.

The End
Jakarta, 21 Oktober 2017 Jam 23.50
Abdul Kholik

Tags: 
Category: 


from Opini https://www.konfrontasi.com/content/opini/20-oktober-vs-28-oktober-mahasiswa-versus-mahasiswa
via IFTTT