Saya Cuma Tahu Hidup Tonny Sangat Sederhana, Sebut Sekjen Kemenhub

KONFRONTASI -  Sekretaris Jenderal Kementerian Perhubungan, Sugihardjo, mengaku heran jika Direktur Jenderal Perhubungan Laut (non-aktif), Antonius Tonny Budiono, terbukti melakukan korupsi.
Berita Terkait
Penghargaan Abdi Yasa 2017
Telusuri Sumber Suap Dirjen Hubla, Penyidik KPK Panggil Dua Saksi
Kemenhub Diminta Kurangi Hibah Kapal Perintis
Menurut Sugihardjo, selama ini Tonny merupakan orang sederhana. Hal itu diketahuinya saat menyampaikan duka cita atas kepergian istri Tonny, dirinya melayat ke rumah Tonny yang sederhana.

Kesederhanaan Tony juga tercermin dari kendaraan yang dipakainya sehari-hari. Dengan jabatannya, Tonny sebenarnya bisa menggunakan mobil lebih mewah. Namun, Tonny memilih menggunakan Toyota Innova.

"Waktu rapat DPR, saya pulang karena enggak bawa mobil, ikut mobil beliau (Tonny), mobilnya bukan Camry tapi yang dipakai Innova," ujar Sugihardjo usai diperiksa sebagai saksi kasus korupsi yang menjerat Tonny, di Gedung KPK, Jakarta, kemarin.

Terkait materi pemeriksaan, Sugihardjo mengaku hanya menyampaikan perihal tugasnya sebagai Sekjen, termasuk sistem pengawasan di internal Kemenhub serta hubungan kerja antara dirinya dengan Tonny selaku Dirjen Perhubungan Laut.

Mengenai Rp 20 miliar yang disita KPK dari Tonny, Sugihardjo mengaku tidak mengetahui persis asal uang tersebut. Apalagi selama ini Tonny dikenal sebagai orang yang sederhana.

Selain memeriksa Sugihardjo, penyidik KPK memanggil Direktur Kepelabuhanan dan Pengerukan Ditjen Hubla, Mauritz H.M Sibarani dan Direktur PT Bina Muda Adhi Swakarsa Pekalongan, Iwan Setiono. Mereka diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Tonny dan tersangka Komisaris PT Adhiguna Keruktama, Adiputra Kurniawan.

Tonny ditetapkan sebagai tersangka kasus suap lantaran diduga menerima sejumlah uang dari Adiputra terkait pengerjaan pengerukan alur pelayaran di Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang.

Perusahaan Adiputra, yakni PT Adhiguna Keruktama mendapat proyek senilai Rp 44,52 miliar tersebut.

Selain itu, Tonny diduga terlibat suap dan gratifikasi dari sejumlah proyek di lingkungan Kemenhub sejak tahun 2016. Ada 33 tas berisi uang senilai Rp 18,9 miliar yang disita KPK dari kediaman Tonny. Penyidik KPK juga menyita sejumlah barang berupa tombak, keris, hingga batu akik dari tangan Tonny.(Jf/Rmol)

Category: 


from Politik https://www.konfrontasi.com/content/politik/saya-cuma-tahu-hidup-tonny-sangat-sederhana-sebut-sekjen-kemenhub
via IFTTT

close