Ranjau Sasar Pengungsi Rohingya, Kaki Putus hingga Merenggang Nyawa

KIBLAT.NET, Jakarta- Peneliti Amnesty International untuk Myanmar, Laura Haigh membenarkan bahwa militer Myanmar telah menanam ranjau di perbatasan Myanmar-Bangladesh untuk menghambat arus pengungsi Rohingya. Ia menegaskan, Amnesty memiliki bukti kuat terkait perlakuan tersebut.

“Kami memilki bukti bahwa kelompok militer Myanmar telah memasang ranjau di perbatasan Myanmar dan Bangladesh,” katanya saat konferensi pers di gedung Amnesty Indonesia, melalui saluran Skype pada Jumat (15/09).

Laura juga menegaskan bahwa ia memiliki saksi mata yang melihat militer Myanmar patroli di pagar pembatas kemudian menggali lubang. “Salah seorang narasumber kami bahwa melihat seperti mangga, dan itu sesuai karakter dari ranjau,” ungkapnya.

Sejauh ini, kata dia, ada lima orang korban dari ledakan ranjau dalam jangka dua minggu terakhir. Dan salah satu dari mereka meninggal.

“Ada seorang korban yang kakinya putus karena ledakan ranjau. Menanam ranjau itu tindakan yang buruk,” ungkapnya.

Selain itu, ia juga menegaskan pihaknya memiliki berita yang belum dikonfirmasi yaitu adanya ledakan ranjau semalam. “Kami mencoba memverifikasi,” tuturnya.

Meskipun ada ranjau, lanjutnya, tapi Muslim Rohingya tetap berusaha menyeberang lewat jalur darat. Ia juga mengungkapkan, ada pula yang menyeberang lewat laut.

“Dan dibantu oleh nelayan Bangladesh,” tandasnya.

Sementara itu, direktur Amnesty International Indonesia, Usman Hamid menegaskan bahwa adanya ranjau untuk mencegah keluar masuknya Muslim Rohingya ke Bangladesh.

 

Reporter: Taufiq Ishaq
Editor: Syafi’i Iskandar

The post Ranjau Sasar Pengungsi Rohingya, Kaki Putus hingga Merenggang Nyawa appeared first on Kiblat.


From Kiblat https://www.kiblat.net
Media Partner SUARA RAKYAT
via IFTTT

close