Negosiasi Astana Kembali Digelar, Penjamin Sepakati Strategi di Idlib

KIBLAT.NET, Astana – Perundingan antara rezim dan oposisi Suriah di ibukota Kazakstan, Astana, kembali digelar pada Kamis (14/09). Agenda perundingan yang memasuki putaran keenam ini menguatkan dan membentuk zona de-eskalasi baru di Suriah.

Negosiasi yang juga dikenal Konferensi Astana kali ini diawali pertemuan pendahuluan antara tiga negara penjamin, yaitu Rusia, Iran dan Turki. Departemen Luar Negeri Kazakstan mengatakan dalam pernyataannya bahwa pertemuan itu dalam tingkat pakar masing-masing negara. Tujuan pertemuan pendahulu ini untuk meletakkan dasar-dasar negosiasi langsung antara rezim dan oposisi Suriah yang digelar pada Kamis dan Jumat.

Sementara itu, kantor berita Rusia Interfax melansir dari sumber di lingkaran Konferensi Astana mengatakan bahwa ketiga negara penjamin sepakat melanjutkan gencatan senjata di Suriah dan mencapai kesepahaman soal penerapan de-eskalasi di Idlib.

Sumber itu menambahkan, kesepakatan itu akan diumumkan selama perundingan Astana ke enam. Adapun pengawas gencatan di Idlib adalah Iran, Rusia dan Turki.

Sementara itu, delegasi oposisi dan rezim telah tiba di Astana. Delegasi rezim dipimpin Bashar Al-Jakfari sementara delegasi oposisi diketuai panglima Free Syrian Army (FSA), Ahmad Bary.

Sebelumnya, delegasi oposisi mengklaim telah mempelajari kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi di Astana. Oposisi pun siap menghadapi segala yang dihasilkan konferensi tersebut.

Kesepakatan wilayah de-eskalasi telah disepakati oleh tiga negara penjamin dan disetujui delegasi oposisi dan rezim Suriah dalam konferensi sebelumnya. Wilayah masuk dalam de-eskalasi, sebagian wilayah Idlib, Suriah Selatan, Ghautah dan sebagian wilayah Homs.

Selain tidak ada pertempuran dan serangan di wilayah-wilayah tersebut, tiga negara penjamin juga mengirim pasukan. Kehadiran pasukan ini untuk mengawasi gencatan di wilayah tersebut.

Khusus untuk Idlib, pihak penjamin mengalami kesulitan menyentuhnya. Pasalnya, mayoritas wilayah Idlib di bawah kontrol Ha’iah Tahrir Al-Syam (HTS) dan wilayah kontrol HTS bukan bagian dari wilayah yang diterapkan de-eskalasi.

Sumber: Orient News
Redaktur: Sulhi El-Izzi

The post Negosiasi Astana Kembali Digelar, Penjamin Sepakati Strategi di Idlib appeared first on Kiblat.


From Kiblat https://www.kiblat.net
Media Partner SUARA RAKYAT
via IFTTT

0 Response to "Negosiasi Astana Kembali Digelar, Penjamin Sepakati Strategi di Idlib"

Post a Comment

Komentarlah dengan kata yang baik, bijak dan jelas