“Korban Pelanggaran HAM Diperhatikan Hanya untuk Kepentingan Politik”

KIBLAT.NET, Jakarta – Dosen Universitas Katolik Indonesia Atmajaya, Asmin Fransiska menilai bantuan dan perhatian yang diberikan kepada korban tragedi pelanggaran HAM di masa lampau hanya sebagai agenda politik untuk mencari nama. Terlebih, hal itu semakin gencar dilakukan ketika mendekati pemilu.

“Setiap lima tahun pemilu, korban yang ditemukan selalu diingatkan kembali kejadian yang dialami. Kemudian hanya menjadi agenda-agenda politik untuk mengkampanyekan betapa baiknya orang tersebut,” ungkapnya dalam diskusi publik ‘Peringatan 33 Tahun Tragedi Tanjung Priok’ di kantor Kontras, Jakarta Pusat pada Rabu (13/09).

Asmin mengaku kerap menemukan fenomena tersebut, dimana menjelang pemilu semua calon berlomba-lomba mencari nama baik dari masyarakat, terutama dari korban tragedi. Namun setelah pemilu berlalu, perhatian mereka juga berlalu.

“Nggak ada kemajuan yang berarti dari semua perhatian itu (kemakmuran para korban dan masyarakat),” imbuhnya.

Dari sini, ia memprediksi pada pemilu tahun 2019 hal tersebut akan terulang kembali. Menurutnya, para calon kandidat dalam memberi bantuan dan perhatian hanya melihat kebutuhan pribadi supaya sukses terpilih. Sementara masyarakat, tidak diprioritaskan.

“Dan menurut saya pemilu 2019 nanti akan tetap saja sama. Mungkin akan diformulisasi dengan gaya yang sedikit berbeda, tapi isunya akan tetap sama,” tutupnya.

Reporter: Reno Alfian
Editor: M. Rudy

The post “Korban Pelanggaran HAM Diperhatikan Hanya untuk Kepentingan Politik” appeared first on Kiblat.


From Kiblat https://www.kiblat.net
Media Partner SUARA RAKYAT
via IFTTT

0 Response to "“Korban Pelanggaran HAM Diperhatikan Hanya untuk Kepentingan Politik”"

Post a Comment

Komentarlah dengan kata yang baik, bijak dan jelas