Komentari Pajak, Penulis Novel Supernova: Harus Diperbaiki

KIBLAT.NET, Jakarta – Penulis novel Supernova, Dewi Lestari turut bersuara soal pajak yang saat ini tengah memanas. Dia mengatakan dalam penanganan pajak kepada profesi penulis ada yang perlu diperbaiki lagi.

“Apakah pajak penulis dan perlakuan pajak penulis itu secara keseluruhan sudah tepat atau belum?,” ujar Dewi di kantor Ditjen pajak, Jakarta, pada Rabu (13/09). “Kalau menurut saya, masih ada hal yang harus diperbaiki,” ujarnya.

Terlepas dari hal tersebut, Dewi berpendapat bahwa pajak bukan menjadi penghambat kreatifitas penulis dalam membangun karirnya dalam dunia literasi. Karena menurutnya, kreatifitas menulis adalah sebuah hasil dari kecintaan penulis untuk aktif dalam dunia kepenulisan.

“Pajak bukan menjadi penghambat kreatifitas penulis, karena kratifitas kepenulisan itu kan karena cinta,” ungkapnya.

Menurut penulis novel laris Supernova ini, pajak yang diberikan kepada penulis bisa menjadi penghambat kreatifitas penulis atau menjadi penyebab malas bagi penulis jika si penulis hanya menghandalkan biaya kebutuhan hidup dari kepenulisan. Sementara lanjutnya, jika menulis hanya dijadikan sebagai pekerjaan sampingan atau hobi maka ia tidak akan terlalu sibuk soal pajak yang dikenakan.

“Tapi, kalau setahu aku menulis ini hanya dijadikan sebagai sampingan,” tuturnya.

Sementara soal penanganan pajak pribadinya, Dewi mengaku lebih banyak ia serahkan ke suaminya. Karena menurutnya yang lebih tahu soal pajak dan lain sebagianya adalah suaminya, terlebih suaminya adalah sarjana akuntasi.

Isu tingginya pajak bagi penulis mencuat setelah novelis Darwis Tere Liye mengumumkan penghentian penerbitan bukunya di dua penerbit besar. Hal itu dilakukannya sebagai protes atas tingginya pajak bagi penulis.

Reporter: Reno
Editor: Imam S.

The post Komentari Pajak, Penulis Novel Supernova: Harus Diperbaiki appeared first on Kiblat.


From Kiblat https://www.kiblat.net
Media Partner SUARA RAKYAT
via IFTTT

close