Keluarga Korban Tragedi Tanjung Priok Belum Dapat Keadilan

KIBLAT.NET, Jakarta – Meski sudah tigapuluh tiga tahun yang lalu, korban tragedi berdarah Tanjung Priok masih belum mendapat keadilan. Hal itu diungkapkan oleh salah satu anak korban, Daud Beureuh.

“Sampai hari ini, korban dan keluarga korban tidak mendapat keadilan dan kepastian hukum,” katanya dalam diskusi di kantor KontraS, Jakarta pada Rabu (13/09).

Daud menyebutkan bahwa korban dan keluarga tidak mendapat keadilan karena pada persidangan tahun 2004 pada beberapa nama yang tidak masuk ke penyidikan. Yaitu Pangdam Jaya saat itu, Tri Sutrisno dan Panglima Abri saat itu, LB Moerdani.

“Ketika Tanjung Priok terjadi, Pak Tri Sutrisno menjabat sebagai Pangdam Jakarta. Jadi dalam pelanggaran HAM berat ada istilah ‘pertanggungjawaban komando’. Jadi Panglima Abri saat itu, Pangdam Jaya, menurut Komnas HAM itu adalah orang orang yang patut diminta pertanggungjawaban,” ujarnya.

“Tapi jaksa agung sebagai penyidik, justru tidak memintai pertanggungjawaban baik Tri Sutrisno maupun LB Moerdani. Jadi Tri Sutrisno dan LB Moerdani dimintai keterangan sebagai saksi dalam proses peradilan,” sambungnya.

Ia menerangkan, yang dibawa ke proses peradilan yaitu terbatas pada empat orang. Pertama regu penembak, Sutrisno Mascung CS, kemudian kepala seksi operasi Kodim Jakarta Utara Sriyanto, yang ketiga ada Pranowo.

“Dia (Pranowo.red) adalah komandan militer di pusat polisi militer. Kemudian Rudolf Adolf Butar Butar, komandan Kodim Jakarta Utara,” tukasnya.

Reporter: Taufiq Ishaq
Editor: Hunef Ibrahim

The post Keluarga Korban Tragedi Tanjung Priok Belum Dapat Keadilan appeared first on Kiblat.


From Kiblat https://www.kiblat.net
Media Partner SUARA RAKYAT
via IFTTT

close