Hasil Astana VI: Militer Rusia, Turki dan Iran Disebar di Idlib

KIBLAT.NET, Astana – Tiga negara penjamin negosiasi damai antara oposisi dan rezim Suriah di Astana (Rusia, Iran dan Turki) sepakat mengerahkan pasukan untuk mengawasi penerapan zona de-eskalasi di wilayah Idlib. Kesepakan itu ditandatangani di akhir Konferensi Astana keenam pada Jumat (15/09).

Delegasi sekaligus negosiator Rusia Alexander Lavrentyev mengatakan bahwa tiga negara penjamin akan menjadi polisi militer untuk mencegah pertempuran antara pasukan rezim dan oposisi. Ia menambahkan bahwa daerah-daerah yang akan ditempati pasukan tersebut belum ditentukan.

 

Lavrentyev pun menyambut baik kesepakatan tersebut. Ia menggambarkan, perjanjian itu “tahap akhir” menuju pembentukan empat zona de-eskalasi yang mencakup empat wilayah. Di mengklaim, pihaknya akan terus bekerja menghentikan “pertumpahan darah di Suriah”.

 

Idlib, yang terletak di sebelah barat laut Suriah, bagian dari empat wilayah de-eskalasi (Homs, Ghouta, dan Suriah Selatan di dekat Daraa). Wilayah ini merupakan basis utama kontrol oposisi. Provinsi ini menjadi pembahasan serius karena di wilayah itu mayoritas di kontrol Hai’ah Tahrir Al-Syam (HTS), yang menolak segala proyek asing yang tidak pro perjuangan rakyat Suriah.

Perlu dicatat, pernyataan akhir perundingan Astana VI, yang dimulai sejak Kamis, mengatur pembentukan daerah-daerah yang masuk dalam zona de-eskalasi di Suriah. Zona tersebut akan berlaku selama enam bulan dan sangat memungkinkan diperpanjang.

Hasil perundingan itu juga masing-masing pihak dipaksa sepakat memerangi “terorisme”, yang belum jelas definisinya. Sementara soal masalah tawanan, perundingan tersebut belum mencapai kesepakatan.

Zona de-eskalasi merupakan wilayah yang tidak boleh ada kekerasan. Zona ini hampir mirip seperti zona aman yang pernah diminta Turki.

Sumber: Al-Jazeera
Redaktur: Sulhi El-Izzi

The post Hasil Astana VI: Militer Rusia, Turki dan Iran Disebar di Idlib appeared first on Kiblat.


From Kiblat https://www.kiblat.net
Media Partner SUARA RAKYAT
via IFTTT