Harga Beras dan Emas Naik, Inflasi Muncul Lagi di September



Bank Indonesia (BI) mencatat beberapa komoditas mengalami kenaikan harga sehingga terjadi inflasi kecil pada September ini. Berdasarkan survei BI, inflasi pekan kedua sebesar 0,04%. Kondisi ini berbalik dari Agustus lalu yang mengalami deflasi 0,07%.

Asisten Gubernur Kepala Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI Dody Budi Waluyo menjelaskan, berkaca dari tahun-tahun sebelumnya, pada September dan Oktober memang biasanya terjadi inflasi namun kecil. Sebab, harga pangan yang bergejolak (volatile food) semestinya tidak melonjak bahkan turun.

"Biasanya September-Oktober panen gandum. Trennya itu adalah inflasi rendah. Nanti naik lagi November atau Desember karena terkait natal dan tahun baru," kata Dody usai Rapat Kerja dengan Banggar di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (14/9). (Baca juga: Keyakinan Konsumen Turun karena Khawatir Penghasilan Merosot)

Adapun berdasarkan hasil survei BI, komoditas yang mengalami kenaikan harga pada September ini di antaranya beras dan emas perhiasan. Di sisi lain, beberapa komoditas yang terpantau mengalami penurunan harga di antaranya bawang merah dan bawang putih, serta cabai rawit.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat terjadi deflasi sebesar 0,07% pada Agustus. Penyumbang deflasi di antaranya penurunan harga bahan makanan, serta tarif transportasi, komunikasi dan jasa keuangan.

Dengan perkembangan tersebut, maka inflasi tahun kalender atau sejak awal tahun (year to date) sebesar 2,53%. Adapun, pemerintah menargetkan inflasi berada di kisaran 3-5% tahun ini.

sumber: katadata



from muslim bersatu http://www.muslimbersatu.net/2017/09/harga-beras-dan-emas-naik-inflasi.html
via IFTTT

0 Response to "Harga Beras dan Emas Naik, Inflasi Muncul Lagi di September"

Post a Comment

Komentarlah dengan kata yang baik, bijak dan jelas