Cerita Keluarga Korban Soal Kronologi Tragedi Tanjung Priok

KIBLAT.NET, Jakarta – Daud Beureuh, salah satu anak dari korban tragedi Tanjung Priok menceritakan awal mula peristiwa berdarah itu terjadi. Ia mengatakan sebab pertamanya adalah pencopotan pamflet di sebuah masjid yang isinya menolak kebijakan pemerintah yang menempatkan Pancasila sebagai asas tunggal.

“Yang memantik peristiwa Tanjung Priok adalah ketika ada satu Babinsa yang dia masuk ke masjid mencopot pamflet dengan air comberan,” katanya saat diskusi publik ‘Peringatan 33 Tahun Tragedi Tanjung Priok’ di kantor Kontras, Jakarta Pusat pada Rabu (13/09).

Daud menjelaskan saat itu banyak masyarakat dan tokoh yang melihat kejadian tersebut, hingga akhirnya terjadilah pembakaran sepeda motor milik Babinsa. Saat itu, lanjut dia, ada empat tokoh yang sebenarnya mendamaikan suasana, namun malah kemudian ditangkap oleh Kodim.

Menurut Daud, empat tokoh tersebut dibawa ke kantor Kodim Jakarta Utara. Karena ada penangkapan tersebut, masyarakat dan tokoh setempat meminta untuk empat orang yang ditangkap agar dibebaskan.

“Tokoh-tokoh Tanjung Priok saat itu Amir Biki dan kawan kawan meminta pembebasan empat orang yang ditangkap dan ditahan. Karena mereka memang tidak bersalah,” ujarnya.

Setelah penangkapan, masyarakat lalu menggelar acara tabligh akbar. Daud menjelaskan, tabligh akbar tersebut seperti mimbar bebas, orasi dan ceramahnya mengkritik kebijakan-kebijakan Orde Baru yang dianggap diskriminatif terhadap rakyatnya.

“Pada saat itu salah satu orator juga telah memberikan satu peringatan kepada Kodim untuk segera membebaskan empat orang yang ditahan karena mereka tidak bersalah,” ungkapnya.

Namun, kata Daud, orasi dari masyarakat tidak dihiraukan. Setelah tabligh akbar selesai massa dengan damai berjalan ke Kodim Jakarta Utara dan Polres Jakarta Utara. Maka dari situlah tragedi berdarah Tanjung Priok terjadi.

“Regu Artileri Pertahanan Udara (Arahanud) yang dipimpin Kapten Sutrisno Mascung dan juga Srianto, ketika masyarakat berjalan dilakukan penembakan di tempat. Saat itu banyak korban meninggal termasuk salah satu tokoh Tanjung Priok, Amir Biki meninggal di tempat. Dan lainnya ada yang hilang dan juga korban luka,” ujarnya.

Selanjutnya, Daud menambahkan, setelah peristiwa Tanjung Priok terjadi, malam hari itu juga Pangdam DKI Jakarta, Try Sutrisno memerintahkan untuk segera membersihkan seluruh tempat.

“Termasuk darah-darah yang berceceran di sekitar lokasi dengan menggunakan mobil ke pemadam kebakaran,” katanya saat menggambarkan kejadian.

Reporter: Taufiq Ishaq
Editor: M. Rudy

The post Cerita Keluarga Korban Soal Kronologi Tragedi Tanjung Priok appeared first on Kiblat.


From Kiblat https://www.kiblat.net
Media Partner SUARA RAKYAT
via IFTTT

0 Response to "Cerita Keluarga Korban Soal Kronologi Tragedi Tanjung Priok"

Post a Comment

Komentarlah dengan kata yang baik, bijak dan jelas