Bincang-bincang dengan Para Muallaf di Muallaf Center

KONFRONTASI - Sebanyak 17 (tujuh belas) orang muallaf di wisuda oleh “Yayasan Muallaf Center” (YMC) yang terdiri dari satu laki-laki dan 16 perempuan, dengan memberikan sertifikat yang diberikan oleh Wakil Walikota Tanjungpinang, H Syahrul, didampingi Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Tanjungpinang, M Nasir, Pembina YMC, Rahma, (Anggota DPRD Kota Tanjungpinang), di Aula Bulang Linggi, Kantor Arsip Kota tanjungpinang, JALAN H Agus Salim, Jumat, (19/05/2017).

Pembina YMC, Rahma, yang juga Anggota DPRD Kota Tanjungpinang, mengatakan kegiatan itu bertujuan untuk menggugah hari sesama umat islam untuk berbagi kepada hamba Allah yang baru memeluk agama islam.

“Untuk kedepannya mereka tidak lagi sendiri. Jadi kita sama-sama berbagi ilmu. Sebab mereka memeluk Islam dengan bergagai faktor. Ada yang lahir karena sudah panggilan hidayah sebelum pernikahan, ada yang karena perkawinan, atau ikut suami, dan ada yang masuk Islam karena anak. Jadi karena iman mereka masih lemah, mereka jangan dibiarkan begitu saja, tapi kita sama-sama membimbing mereka, agar iman dan keyakinan mereka semain kuat,” kata anggota Fraksi PDIP itu.

Ditempat yang sama, Wakil Walikota Tanjungpinang, H Syahrul, mengganggap pembinaan para muallaf itu bukan hanya tanggung jawab Yayasan Mualalaf Center saja, tapi tanggung jawab kita bersama, juga tugas ustazd, KUA untuk membina.

“Kita ajarkan mereka dari Iqro’ karena dasar membaca Al-Quran. Jadi kalau iqroq saja tidak dapat membaca, bagaimana nanti di bulan Ramadhan bisa tadarus,” ajaknya.

Syahrul menghimbau kepada para muallaf, agar tidak putus asa dalam belajar. Sedikit demi seditit, nanti dilanjutkan ke tingkat Al–Quran, kemudian dilanjutkan dengan pemahamannya, karena saat ini banyak yang bisa membaca Al-Quran, namun tidak memahami kandungannya, selanjutnya belajar fiqih, akhlaq, dan tauhid.

“Walau ilmunya masih sedikit, setidak-tidaknya kalau nanti tidak dapat membaca banyak, sedikitnya bisa membaca satu surat. Karena ilmu yang sedikit bila dilaksanakan secara kontiniu atau terus menerus, lebih baik dari pada banyak ilmunya tapi dilaksanakan sekali-sekali saja,” katanya memotivasi.

Usai acara, Ketua Yayasan, Muhammad Alfatoni Bima Sakti, menjelaskan wisuda itu untuk kenaikan tingkat yang sudah selesai menamatkan Iqro’. Menurut Ketua mereka sudah mengikuti pembinaan beberapa bulan dari iqro’ 1 hingga 6, tinggal naik Al-Quran dan pembinaan kepada mereka kurang lebih enam bulan, namun ada yang empat bulan sudah selesai.

“Pembinaan tidak tiap hari, tapi hanya hari Ahad (minggu) dan Jumat. jumlah santri muallaf kurang lebih 60 orang, namun yang diwisuda baru 17 orang. kalau seluruhnya ditambah dari Kijang dan Tanjung Uban yang datang tadi, kurang lebih 100 orang,” ungkapnya.

Menurut Alfatoni, target untuk Tahun 2018 InsyaAllah lebih banyak lagi, karena sistimnya jemput bola. Jika kita dengar dari masyarakat ada muallaf, kita datangi, kita ajak bergabung di YMC.

‘Kita jelaskan kalau masuk YMC tidak dikenai bayaran. Kita ikhlas tanpa bayar. Pantauan kami di lapangan, banyak dari mereka yang belum bisa shalat, kita ajar shalat,” tutupnya.

Pada acara wisuda itu tampak juga hadir Asisten I Ahadi, perwakilan dari kepolisian, para guru-guru Iqro’, dan para muallaf, serta pendamping mereka. Lihat bincang-bincangnya di Video Ini:  https://www.youtube.com/watch?v=Yy89oCdyLBI(Jf/SijoriKepri/Ependi Abidin)

Category: 


from Khazanah https://www.konfrontasi.com/content/khazanah/bincang-bincang-dengan-para-muallaf-di-muallaf-center
via IFTTT

0 Response to "Bincang-bincang dengan Para Muallaf di Muallaf Center"

Post a Comment

Komentarlah dengan kata yang baik, bijak dan jelas