Amnesty International: Kekerasan terhadap Rohingya Bermotif Agama

KIBLAT.NET, Jakarta- Peneliti Amnesty International, Laura Haigh menyebutkan bahwa kekerasan yang yang dialami Muslim Rohingya tidak hanya datang dari militer Myanmar saja. Bahkan tindakan serupa juga dari warga penganut agama mayoritas, yaitu Buddha.

“Kami menemukan aksi kekerasan yang dilakukan kelompok militer dan polisi. Sekarang, yang terlibat juga orang-orang Rakhine non Rohingya,” katanya di Gedung Amnesty International Indonesia, Menteng, Jakarta Pusat pada Jumat (15/09).

Laura juga menjelaskan bahwa saat pembakaran, ada sekelompok jurnalis yang masuk ke wilayah Rohingya. Mereka melihat bahwa ada pedesaan yang mengalami penyerangan, tapi tidak ada orang Rohingya.

“Ada seorang jurnalis bertanya kepada seorang anak, siapa yang membakar. Dan anak tersebut mengatakan yang melakukan pembakaran adalah militer dan orang dari Rakhine,” jelasnya.

Laura menegaskan bahwa pembantaian Rohingya memang sudah berlangsung puluhan tahun. Berdasarkan hasil pengamatannya, Laura menemukan bahwa pembantaian ini didasari karena motif agama.

“Kelompok Rohingya mengalami persekusi puluhan tahun dan disebabkan karena agama mereka. Dan identitas etnis mereka,” tukasnya.

Perlu diketahui, Rakhine merupakan nama salah satu etnis beragama Buddha di Myanmar. Nama etnis tersebut kemudian menjadi nama provinsi di Myanmar yang disebut Rakhine State. Di mana, wilayah Rakhine ini menempati kawasan yang dulunya bernama Arakan, daerah yang dihuni oleh minoritas Muslim Rohingya.

 
Reporter: Taufiq Ishaq
Editor: Syafi’i Iskandar

The post Amnesty International: Kekerasan terhadap Rohingya Bermotif Agama appeared first on Kiblat.


From Kiblat https://www.kiblat.net
Media Partner SUARA RAKYAT
via IFTTT

0 Response to "Amnesty International: Kekerasan terhadap Rohingya Bermotif Agama"

Post a Comment

Komentarlah dengan kata yang baik, bijak dan jelas