33 Tahun Berlalu, ICMI Minta Kasus Tragedi Tanjung Priok Dituntaskan

KIBLAT.NET, Jakarta- Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI), Jimly Asshiddiqie mengatakan tragedi berdarah Tanjung Priok adalah bagian dari masa lalu yang tak boleh terulang kembali dan kasus pelanggaran hak asasi manusianya harus segera diselesaikan.

“Itu bagian dari masa lalu yang mudah-mudahan tidak terulang. Makanya sesudah konstitusi kita ada perubahan, visi kemanusiaan yang adil dan beradab mengharuskan kita saling mencintai sesama Indonesia,” katanya kepada Kiblat.net di Gedung ICMI Pusat, Jakarta pada Rabu (13/09).

“Maka harus membangun spirit baru berdasarkan kemanusiaan yang adil dan beradab. Supaya kasus seperti itu tidak terjadi lagi,” sambungnya.

Jimly menjelaskan bahwa memang kasus Tanjung Priok memang sudah dibawa ke meja hijau. Tapi, kata dia, secara keseluruhan, memang belum seratus persen tuntas.

“Dan itu harus kita segera selesaikan supaya tidak terus menghantui masa kini dan masa depan,” tukasnya.

Perlu diketahui, 33 tahun yang lalu tepatnya tanggal 12 September 1984 terjadi pembantaian terhadap umat Islam di Tanjung Priok, Jakarta Utara. Kejadian dipicu oleh tindakan aparat TNI yang menista Masjid Assaadah dengan menyiramkan air selokan ke selebaran pengajian yang tertempel di masjid itu.

Hal itu memicu kemarahan umat Islam yang kemudian melakukan aksi protes, yang dihentikan dengan rentetan tembakan senapan. Tim independen menyebut sebanyak 400 orang terbunuh dalam tragedi Tanjung Priok.

Reporter: Taufiq Ishaq

The post 33 Tahun Berlalu, ICMI Minta Kasus Tragedi Tanjung Priok Dituntaskan appeared first on Kiblat.


From Kiblat https://www.kiblat.net
Media Partner SUARA RAKYAT
via IFTTT

0 Response to "33 Tahun Berlalu, ICMI Minta Kasus Tragedi Tanjung Priok Dituntaskan"

Post a Comment

Komentarlah dengan kata yang baik, bijak dan jelas