Pasukan Myanmar tembaki pengungsi Rohingya

Seorang tetua Rohingya terluka
Ribuan warga Muslim Rohingya berupaya menyeberang ke wilayah Bangladesh menyusul kekerasan yang terjadi Maungdaw, Rakhine, Myanmar, ungkap seorang pejabat keamanan perbatasan Bangladesh.

Sabtu (27/8), ada 3000 orang tiba di sungai Naf yang memisahkan Myanmar-Bangladesh, menurut Manzurul Hassan Khan, komandan penjaga perbatasan Bangladesh.

"Sekitar 500 warga Rohingya, kebanyakan wanita dan anak-anak, menghabiskan malam terakhirnya di daerah berawa untuk menunggu menyeberang", kata Khan.

"Kami menjaga mereka sepanjang malam. Hari ini mereka kembali", ujarnya.

Menurut Khan, pengungsi bersembunyi di rawa untuk menghindari penembakan di perbatasan oleh militer Myanmar.

Sayangnya pemerintah Bangladesh tidak membiarkan mereka masuk dan didorong kembali ke arah Myanmar. Kementerian Luar Negeri, Sabtu, mengatakan kekhawatiran ribuan "warga Myanmar tidak bersenjata" berkumpul di dekat perbatasan untuk memasuki negara itu.

Warga Rohingya terlihat berjongkok di rawa-rawa, atau bersembunyi di semak-semak menghindari penjaga perbatasan.

"Kami berhasil selamat dari tembakan Myanmar dan mencoba memasuki Bangladesh", kata Hamid Hossain (42), yang menyeberang ke Bangladesh bersama rombongan 3 keluarga.

"Kami menunggu semalaman setelah ditolak oleh penjaga perbatasan Bangladesh tadi malam. Pagi ini, kami terus berusaha masuk entah bagaimana caranya", ujarnya.

Sekelompok orang tampak berjalan berbaris. Mereka difoto dari kejauhan dengan latar belakang kehijauan dan rawa.

Pemandangan menyedihkan pengungsi Rohingya
Sementara itu, Myanmar bersikeras menyalahkan serangan "teroris Bengali" (sebutan bagi kelompok pejuang Rohingya yang melawan pemerintah), yang terjadi Jum'at dini hari.

Namun, laporan lain menyebut Myanmar bertindak brutal dengan menyerang warga sipil yang melarikan diri.

Di dekat desa perbatasan Gumdhum, suara tembakan senjata terdengar dari arah Myanmar.

Seorang reporter kantor berita AFP menghitung belasan ledakan mortir dan muntahan senapan mesin dari pasukan Myanmar ke arah sekelompok besar warga Rohingya yang berusaha menyeberang.

Belum ada laporan mengenai jumlah korban akibat kejadian itu.

"Mereka telah menembaki warga sipil, kebanyakan wanita dan anak-anak, bersembunyi di perbukitan di dekat perbatasan", ungkap Khan mengkonfirmasi.

"Mereka menembakkan senapan mesin dan peluru mortir tiba-tiba, menarget warga sipil, mereka tidak berkonsultasi dengan BGB (penjaga perbatasan Bangladesh)", tambahnya.

Anita Schug dari Dewan Rohingya Eropa, menyatakan organisasinya dapat memverifikasi laporan tersebut.

"Kami memiliki video dari lapangan dan kami dapat membagikannya jika diminta mengonfirmasikan kebenaran berita", katanya kepada Al-Jazeera.

"Militer Myanmar bersama ekstremis Rakhine (Buddha) yang dipersenjatai dengan pisau, pedang, parang dan senjata menyerang warga sipil Rohingya tak bersalah, tanpa senjata untuk membela diri", kecamnya. (ABC/Al-Jazeera)

from Risalah TV http://www.risalah.tv/2017/08/pasukan-myanmar-tembaki-pengungsi.html
via IFTTT

0 Response to "Pasukan Myanmar tembaki pengungsi Rohingya"

Post a Comment

Komentarlah dengan kata yang baik, bijak dan jelas