Ngaku Sibuk Urus Negara, Novanto Kesampingkan Praperadilan


Ketua Umum Partai Golkar, Setya Novanto, belum memikirkan langkah hukum terkait kasus korupsi E-KTP yang menyeretnya.

Menurut Novanto, saat ini dirinya masih fokus pada tugas-tugas di DPR RI yang belum terselesaikan. Pria yang juga menjabat Ketua DPR itu menjelaskan ada agenda penting pemenangan Patai Golkar pada Pilkada 2018 dan Pemilu 2019.

Karena itu, langkah melawan KPK melalui praperadilan belum dianggapnya sebagai prioritas utama.

"Saya lagi memikirkan untuk bisa menyelesaikan tugas-tugas negara, tugas-tugas kedewanan, dan juga tugas-tugas yang ada di partai," ujar Novanto saat ditemui di Workshop Kesatuan Perempuan Partai Golkar (KPPG), Hotel Sultan, Jakarta Selatan, Jumat (23/8).

Ia akui, pertimbangan untuk masuk praperadilan telah didorong oleh tokoh-tokoh senior Partai Golkar, termasuk pimpinan Dewan Kehormatan Partai Golkar.

Wakil Ketua Dewan Kehormatan, Akbar Tanjung, menjelaskan Dewan Kehormatan memberi dukungan kepada pelaksanaan praperadilan terkait penetapan tersangka kasus E-KTP atas Setya Novanto. Menurut Akbar, langkah praperadilan merupakan jalan agar Golkar bisa fokus menyongsong agenda politik ke depan.

"Kami semua berharap dan mendoakan semoga praperadilan berjalan baik dan menghasilkan tidak ada bukti Novanto dikaitkan dengan kasus. Tentu kami sangat berharap supaya masalah ini bisa dapat selesai sesuai dengan prosedur hukum dan juga dalam waktu yang singkat.," ujar Akbar saat jumpa pers di kediaman Ketua Dewan Kehormatan Partai Golkar, Bacharuddin Jusuf Habibie, beberapa waktu lalu. [rmol]

from Muslimina http://muslimina.blogspot.com/2017/08/ngaku-sibuk-urus-negara-novanto.html
via IFTTT

0 Response to "Ngaku Sibuk Urus Negara, Novanto Kesampingkan Praperadilan"

Post a Comment

Komentarlah dengan kata yang baik, bijak dan jelas