Momen Ketegasan Irjen Anton Tangani Kasus Rizieq di Jawa Barat

KONFRONTASI -  Mutasi sejumlah perwira tinggi terjadi di Mabes Polri. Beberapa kepala kepolisian daerah (Kapolda) digeser. Salah satunya Kapolda Jawa Barat Irjen Anton Charliyan yang akan menempati pos baru sebagai Wakalemdiklat Polri.

Selama bertugas di Bumi Pasundan, Anton dikenal tegas dalam menangani berbagai perkara. Yang menjadi perhatian adalah kasus Pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab.

Rizieq dilaporkan Sukmawati Soekarnoputri lantaran ucapannya saat berdakwah di Kota Bandung pada 2013 lalu. Putri Bung Karno itu menganggap Rizieq melalukan penghinaan terhadap Pancasila.

Saat kasus bergulir Anton menegaskan akan segera menetapkan Rizieq sebagai tersangka. Status Rizieq akan ditingkatkan pekan depan. Langkah ini akan diambil setelah penyidik melakukan gelar perkara.

"Senin ya kemungkinan besar statusnya akan ditingkatkan menjadi tersangka," kata Anton di Kompleks PTIK, Jakarta, 27 Januari lalu.

Akhirnya Rizieq dijadikan tersangka. Anton pun meminta Rizieq bersikap kooperatif memenuhi panggilan polisi. "Sudah menjadi tersangka, sebagai warga negara yang baik lebih baik nanti datang saja untuk pemeriksaan," kata Anton di Mapolda Jabar, Kota Bandung, pada 31 Januari.

Anton juga berpesan pada Rizieq untuk tidak membawa massa saat pemeriksaan nanti. Sebelumnya, saat pemeriksaan sebagai saksi pada Kamis 12 Januari lalu Rizieq sendiri membawa ribuan massa hingga berujung bentrok dengan ormas Sunda.

"Tidak usah membawa massa, sudah lah yang enak-enak saja, yang sepi-sepi saja," pesannya.

Bentrokan itu berbuntut panjang. Markas Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) dirusak. Diduga dilakukan oleh massa Front Pembela Islam (FPI). Anton pun mengultimatum akan menindak tegas jika FPI terus berulah.

"Kalau FPI tetap demikian nanti akan saya tindak tegas. Silakan saya diusulkan mau dicopot juga tidak jadi masalah. Saya ke sini (Jabar) bukan mencari jabatan, tapi saya ke sini untuk membuat masyarakat Jawa Barat aman. Siapa pun ingin membuat rusuh di sini, berhadapan dengan kepolisian dan alat negara, dan saya sebagai Kapolda yang membawahi alat negara di sini, negara tidak akan takut kepada siapa pun juga. Kami akan hadapi," tegasnya.

Anton meminta masyarakat tak terpovokasi dengan kabar hoax yang beredar di sosial media, seperti isu penusukan terhadap santri dan bentrokan antarormas.

Dia menjelaskan bahwa tidak ada anggota GMBI melakukan kekerasan atau terlibat keributan dengan FPI. Menurut Anton, yang terlibat keributan di Rumah Makan Ampera, Bandung adalah ormas lain, bukan GMBI.

"Yang terjadi keributan juga bukan anggota GMBI, tapi LSM di luar GMBI," tutur Anton.

Anton juga mengimbau kepada siapapun untuk tidak main hakim sendiri. "Saya mohon kepada GMBI agar menahan diri, serahkan permasalahan kepada hukum, jangan sampai main hakim sendiri. Tolong, karena kita akan menangani, dan saya sangat menyesalkan tindakan perusakan dari FPI," terang Anton.

Kisruh yang terjadi antara GMBI dan FPI sempat menyeret Anton. Anton akhirnya dinon-aktifkan sebagai ketua dewan pembina ormas tersebut.

Keputusan penonaktifan Anton tertuang dalam surat keputusan Nomor : 01-khusus/SK/DPP LSM GMBI/I/2017, yang langsung ditandatangani ketua umum Fauzan Rachman.

"Berdasarkan hasil rapat DPP LSM GMBI dan keputusan ketua umum, kedudukan ketua dewan pembina atas nama Irjen Pol Anton Charliyan dinyatakan demisioner, dalam pengertian dinonaktifkan, terhitung mulai hari ini," kata Asisten bidang hukum DPP LSM GMBI Fidelis Giawa, di Markas GMBI Bandung, Sabtu (21/1).(Jf/Merdeka)

Category: 


from Politik https://www.konfrontasi.com/content/politik/momen-ketegasan-irjen-anton-tangani-kasus-rizieq-di-jawa-barat
via IFTTT

0 Response to "Momen Ketegasan Irjen Anton Tangani Kasus Rizieq di Jawa Barat"

Post a Comment

Komentarlah dengan kata yang baik, bijak dan jelas