KPK Kantongi Dokumen Penting Kasus Suap Panitera PN Jaksel

KONFRONTASI -  Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengantongi sejumlah dokumen penting yang berkaitan dengan kasus dugaan suap pengamanan perkara perdata antara Eastern Jason Fabrication Service dan PT Aquamarine Divindo Inspection (PT ADI) di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel).
Berita Terkait
Menhub Jamin 3 Plt Dirjen Tetap Beri Pelayanan Prima
Ngaku Sibuk Urus Negara, Novanto Kesampingkan Praperadilan
Terkait Suap Panitera Pengganti PN Jaksel, KPK Geledah Lagi 5 Lokasi
Jurubicara KPK Febri Diansyah menjelaskan, dokumen penting tersebut didapat saat penyidik mengelar pengeledahan sejumlah lokasi pada Kamis (24/8) dan Jumat (25/8).

Tidak hanya dokumen, Febri mengatakan, pihaknya juga menyita barang bukti elektronik dalam penggeledahan tersebut.

Kedua, bukti tersebut nantinya bakal memperkuat bukti tindak pidana suap yang dilakukan Dirut PT ADI, Yunus Nafiq dan kuasa hukum PT ADI kepada Panitera Pengganti PN Jaksel, Tarmizi agar PN Jaksel menolak gugatan perdata yang dilayangkan Eastern Jason Fabrication terhadap PT ADI.

"Pada Kamis (24/8), tim penyidik menggeledah rumah tersangka Yunus, rumah saksi, dan kantor PT Aquamarine di Sidoarjo, Jawa Timur, dan di hari yang sama, tim penyidik juga menggeledah ruang kerja Tarmizi di kantor PN Jaksel. Pada Jumat (25/8), tim penyidik menggeledah rumah TMZ (Tarmizi) di daerah Depok, Jawa Barat," jelas Febri saat dikonfirmasi wartawan, Sabtu (26/8).

Dalam kasus ini, KPK baru menetapkan tiga tersangka. Mereka diantaranya Tarmizi, Akhmad dan Direktur Utama PT Aquamarine Yunus Nafik. Ketiga tersangka itu juga telah ditahan KPK di lokasi berbeda.

Tarmizi diduga menerima uang Rp425 juta dari Akhmad selaku kuasa hukum PT ADI.

Uang diduga suap itu diberikan agar majelis hakim PN Jaksel menolak gugatan wanprestasi yang dilayangkan PT Eastern Jason Fabrication Services Pte Ltd terhadap PT ADI.

PT ADI yang bergerak di bidang konstruksi dan survey bawah laut itu terlibat wanprestasi terhadap PT Eastern.

PT Eastern mengajukan gugatan perkara perdata wanprestasi PT Aquamarine ke PN Jaksel, yang teregister nomor 688/Pdt.G/2016/PN JKT.SEL, pada Oktober 2016.

Perusahaan asing itu,  yang menjadi penggugat menuntut pembayaran ganti rugi senilai kurang lebih 7,6 juta dolar AS dan 131 ribu dolar Singapura ke PT ADI selaku pihak tergugat.(Jf/Rmol)

Category: 


from Politik https://www.konfrontasi.com/content/politik/kpk-kantongi-dokumen-penting-kasus-suap-panitera-pn-jaksel
via IFTTT

0 Response to "KPK Kantongi Dokumen Penting Kasus Suap Panitera PN Jaksel"

Post a Comment

Komentarlah dengan kata yang baik, bijak dan jelas