Budaya Kekerasan di Kalangan Usia Dini

 

KIBLAT.NET – Kembali kabar duka datang dari dunia anak akibat dari kekerasan fisik. Dunia yang seharusnya masih penuh dengan keceriaan juga canda tawa serta celotehan mereka yang masih polos, namun mengapa justru padanya muncul kasus kekerasan fisik hingga berujung pada kematian.

Seorang anak berinisial SR (8 tahun) menjadi korban atas tindakan yang dilakukan oleh teman sebayanya. Media JawaPos.com juga Detiknews (9/8) mengulas berita tersebut dengan topik yang sama yaitu kabar tentang kematian akibat kekerasan fisik yang dilakukan oleh teman sebaya si korban. Hal itu tentu sangat disesalkan.

Anak merupakan amanah yang wajib dijaga. Mereka masih terjaga fitrahnya sehingga mudah sekali meniru segala tingkah laku dari orang-orang yang ada di sekitar mereka. Di dalam Islam sendiri telah menjelaskan hal itu melalui lisan mulia Rasulullah SAW, “Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fithrah. Kemudian kedua orang tuanyalah yang akan menjadikan anak itu menjadi Yahudi, Nashrani atau Majusi,” (HR. Bukhari).

Dengan kata lain, orang tua dan keluarga adalah inti utama dari pembentukan karakter anak. Namun anak pun merupakan makhluk sosial yang butuh berinteraksi dengan lingkungannya. Sehingga dalam proses tumbuh kembangnya, peran lingkungan sekitar baik itu masyarakat maupun negara turut mempunyai andil yang cukup penting. Begitupun halnya seperti yang dialami SR, ia dikenal sebagai sosok anak yang taat beribadah. Namun sungguh sayang, lingkungan tempat ia berada tidaklah menjamin keselamatannya. SR menjadi korban kekerasan fisik yang dilakukan oleh teman sebayanya.

Peran media pun turut bertanggung jawab terhadap kasus kekerasan tersebut di atas. Hal ini tentu saja merupakan akibat dari banyaknya tayangan-tayangan mengandung kekerasan yang saat ini marak ditonton oleh anak-anak melalui televisi, tidak jarang gadget atau game yang beredar khususnya di dunia anak berisi aksi kekerasan fisik, bahkan konten-konten serupa banyak pula terdapat pada buku-buku komik yang juga merupakan bacaan favorit anak. Contoh nyata ini telah kita saksikan pada kasus yang dialami oleh SR.

Berbagai fenomena yang terjadi di tengah masyarakat, merupakan dampak dari rusaknya generasi muda kita saat ini. Jika semasa kecilnya saja ia sanggup melakukan kekerasan fisik baik verbal maupun secara fisik, maka bagaimana lagi jika telah dewasa nanti.

Inilah gambaran yang terjadi di tengah masyarakat sekuler saat ini, sangat nyata sekali di tengah bahwa kasus-kasus semacam itu akan terus tumbuh dengan subur di wilayah NKRI tercinta. Sebab negara berlepas tangan terhadap tanggung jawab memberikan edukasi maupun mengurusi urusan rakyatnya. Pemerintah dianggap kurang tegas dalam upaya membendung konten-konten kekerasan yang beredar baik melalui media masa maupun perilaku premanisme yang terjadi di masyarakat.

Sungguh sangat berbeda dengan Islam. Di dalam Islam sendiri mempunyai seperangkat aturan yang dengan jelas dan rinci mengatur seluruh aspek kehidupan bermasyarakat maupun bernegara. Dengan sanksi yang tegas, Islam mampu memberikan solusi guna mengatasi berbagai problematika yang terjadi di tengah umat khususnya masalah keamanan. Sehingga dengannya tercipta rasa aman dan menghentikan budaya kekerasan di tengah masyarakat secara sempurna. Wallahu ‘alam.

 

Oleh: Rahmiani Tiflen, (Anggota Muslimah Ranger Opinion)

 

The post Budaya Kekerasan di Kalangan Usia Dini appeared first on Kiblat.


From Kiblat https://www.kiblat.net
Media Partner SUARA RAKYAT
via IFTTT

0 Response to "Budaya Kekerasan di Kalangan Usia Dini"

Post a Comment

Komentarlah dengan kata yang baik, bijak dan jelas