‘Telegram’ Dilarang, Fadli Zon: Rezim Paranoid, Harusnya Penjualan Panci juga Dilarang!


Pemerintah akan melakukan pemblokiran aplikasi perpesanan Telegram mulai Jumat (14/07). Alasan dari diblokirnya Telegram adalah Kemkominfo menilai bahwa aplikasi perpesanan Telegram mengandung konten yang dianggap ilegal.

Pemblokiran Telegram menuai protes keras dari banyak kalangan. Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon di akun Twitter @fadlizon menulis: “Telegram dilarang karena dipakai teroris, harusnya penjualan panci juga dilarang dong? #rezimparanoid.”

Pernyataan lebih keras dilontarkan Muhaimin Iskandar atau Cak Imin. “Memblokir Telegram itu tindakan frustasi, tidak punya perasaan dan layak diganti,” tegas Cak Imin di akun Twitter ‏@cakiminpkb.

Tak hanya Telegram, sebelumnya, Menkominfo Rudiantara mempertimbangkan untuk menutup akses media sosial dan situs berbagi jika tidak menutup akun-akun yang berisi muatan radikalisme.

"Permintaan kami pada 'platform' untuk menutup akun-akun yang memiliki muatan radikalisme, sepanjang 2016 hingga 2017 baru 50 persen dipenuhi. Ini sangat mengecewakan," ujar Rudiantara usai acara antiradikalisme di Universitas Padjadjaran (14/07).

Rudi menjelaskan platform tersebut enggan menutup akun karena di negara asalnya harus melalui proses pengadilan. "Tapi mereka ke sini kan karena bisnis. Iklan-iklan juga dari sini. Oleh karenanya perlu mematuhi peraturan yang ada di sini," tegas Rudiantara.[itoday/fatur]

from Muslimina http://muslimina.blogspot.com/2017/07/telegram-dilarang-fadli-zon-rezim.html
via IFTTT
Sebarkan Lewat Google Plus

0 comments:

Post a Comment

Komentarlah dengan kata yang baik, bijak dan jelas

close