Rizal Ramli: PDIP Jangan Terlalu 'Pede' soal Presidential Threshold

KONFRONTSI- Tokoh nasional yang juga  Mantan Menteri Koordinator Bidang Ekuin dan Mantan Menko Kemaritiman Rizal Ramli mengkritik PDIP terkait isu presidential threshold. Kritik yang disampaikannya didasarkan pada saat menjelang Pemilu 2009 lalu.

Ketika itu, Taufiq Kiemas menginginkan presidential threshold mencapai 30 persen. Usulan ini, menurut Rizal karena PDIP dapat mencapainya sehingga dapat mencalonkan presiden tanpa harus berkoalisi.

"Menjelang Pemilu 2009, Bang Taufik Kiemas almarhum ngotot agar Threshold Presiden 30 persen agar hanya PDIP yang bisa Nyapres. Teman-teman PDIP yakin bisa menang 35 persen tahun 2009," kata Rizal lewat pesan singkatnya, Senin (17/7/2017).

Setelah itu, Rizal Ramli bersama Abdur Rochim mencoba meyakinkan Taufik agar president threshold diturunkan menjadi 20 persen. Karena keduanya memperkirakan PDIP hanya akan mendapatkan suara sebanyak 18 persen.

Dia mengatakan setelah itu Taufiq Kiemas setuju. Dan memang PDIP hanya mendapatkan suara sebanyak 16 persen, yang membuat partai berlambang banteng moncong putih itu harus berkoalisi dengan Partai Gerindra untuk mengusung Megawati Soekarnoputri dan Prabowo Subianto di Pemilu 2009.

"Akhirnya, Bang TK setuju president threshold hanya 20 persen. PDIP ternyata kemudian hanya dapat 16 persen, tidak bisa nyapres sendiri. Harus berpasangan dengan Gerindra," ujarnya.

Atas hal tersebut, Rizal menyarankan PDIP mengambil pelajaran dari hal itu, agar tidak terlalu percaya diri ('pede') atau over-confidence.

"Lesson learned: jangan terlalu over-confidence," tutupnya.[mr/dtk]

Category: 


from Tokoh https://www.konfrontasi.com/content/tokoh/rizal-ramli-pdip-jangan-terlalu-pede-soal-presidential-threshold
via IFTTT

0 Response to "Rizal Ramli: PDIP Jangan Terlalu 'Pede' soal Presidential Threshold"

Post a Comment

Komentarlah dengan kata yang baik, bijak dan jelas