Rizal Ramli, Harapan Jokowi bagi Nawa Cita dan Ekonomi Kerakyatan

KONFRONTASI- Pasar dan publik belum lupa bahwa di tangan Menko ekuin Rizal Ramli PhD   (RR) era Presiden Gus Dur tahun 2000-2001, utang NKRI berkurang 3,5 milyar dolar AS, ekonomi tumbuh dari -5 % menjadi +4%  serta rating  SP dan Moody naik  1 nothes. Tangan dingin Rizal Ramli mampu memulihkan ekonomi dari negatif jadi positif pasca krisis era Soeharto dan transisi waktu itu..

Laju pertumbuhan PDB mulai positif dan pada tahun 2000-2001 proses pemulihan perekonomian Indonesia jauh lebih baik lagi dengan laju pertumbuhan hampir mencapai 5%, padahal era Presiden Habibie dari minus 13% menuju -5%, dan oleh Menko Ekuin Rizal Ramli (RR) pertumbuhan  yang masih negatif itu bisa dibangkitkan +4%. Selain pertumbuhan PDB, laju inflasi dan tingkat suku bunga (SBI) juga rendah yang mencerminkan bahwa kondisi moneter di dalam negeri sudah mulai stabil.

Publik mencatat , Dr Rizal Ramli diangkat menjadi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian pada bulan Agustus 2000. Beberapa hari setelah diangkat sebagai Menko Perekonomian menggantikan Kwik Kian Gie, Rizal Ramli lalu mencanangkan 10 Program Percepatan Pemulihan Ekonomi. Program percepatan pemulihan ekonomi tersebut meliputi:

  • Menciptakan stabilitas di sektor finansial
  • Meningkatkan kesejahteraan rakyat di pedesaan untuk memperkuat stabilitas sosial-politik
  • Memacu pengembangan usaha skala mikro dan usaha kecil menengah (UKM)
  • Meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani
  • Mengutamakan pemulihan ekonomi berlandaskan investasi daripada berlandaskan pinjaman
  • Memacu peningkatan ekspor
  • Menjalankan privatisasi bernilai tambah
  • Melaksanakan desentralisasi ekonomi dengan tetap menjaga keseimbangan fiskal
  • Mengoptimalkan pemanfaatan suberdaya alam
  • Mempercepat restrukturisasi perbankan

Mei 2001, ketika RR,  alumnus ITB, Boston University, AS, dan mantan dosen Program Magister Manajemen Fakultas Pasca Sarjana UI ini menjabat sebagai Menteri Perekonomian juga membuat terobosan lain dengan mendorong penghapusan cross-ownership dan cross-management antara PT Telkom dan PT Indosat. Langkah ini dimaksudkan untuk meningkatkan kompetisi dan mendorong kedua operator telekomunikasi nasional tersebut menjadi full service operators.

Lewat terobosannya tersebut, banyak pihak menilai bahwa langkah yang dilakukan Rizal adalah langkah yang tepat sehingga dapat memberikan keuntungan bagi negara. Rizal Ramli juga pernah menyelamatkan Perusahaan Listrik Negara (PLN) dari kebangkrutan tanpa menyuntik uang tetapi melalui revaluasi asset, sehingga modal yang dari minus 9 Triliun Rupiah melonjak menjadi surplus 119,4 Triliun Rupiah. ''Tangan dingin Rizal Ramli adalah harapan Jokowi dan masyarakat banyak untuk mewujudkan Nawa Cita: memulihkan daya beli rakyat dan pertumbuhan ekonomi serta mengurangi utang,'' kata akademisi Universitas Paramadina Dr Herdi Sahrasad.

RR berbeda dengan Menkeu Sri Mulyani yang Neolib, penuh pencitraan dan hanya pintar melayani pembayaran utang bagi kreditor asing serta sekedar jadi good guyl kepentiungan asing. Almarhum Prof Sarbini Sumawinata (dosennya Sri di FEUI) pernah mengatakan  pada kita bahwa Sri Mul pintar bicara dan menulis, tapi tidak paham sejarah  sosial-ekonomi rakyat kita, tidak ideologis pro-rakyat  dan tidak akan mampu mewujudkan  ekonomi konstitusi sesuai pasal 33 UUD45. Sri Mul hanyalah teknokrat pelayan kepentiungan asing. (kf)

 

Tags: 
Category: 


from Tokoh https://www.konfrontasi.com/content/tokoh/rizal-ramli-harapan-jokowi-bagi-nawa-cita-dan-ekonomi-kerakyatan
via IFTTT