Puja-Puji Jenderal Iran untuk Pasukan Iraq Pasca Jatuhnya Mosul

KIBLAT.NET, Mosul – Dalam sebuah upacara kematian seorang komandan Garda Revolusi Iran (IRGC) yang baru-baru ini tewas di Iraq, Mayor Jenderal Qassem Soleimani memuji Iraq terkait kemenangan di Mosul melawan ISIS pada 10 Juli.

Di depan bendera Iran, Hizbullah Lebanon, Palestina dan Iraq, Jenderal Iran ini memulai pidatonya dengan memuji Hamid Taghavi dan Shaban Nasiri, komandan senior Qods Force yang tewas di Iraq. Peringatan tersebut diadakan untuk Nasiri, yang tewas pada akhir Mei di barat Mosul.

“Beberapa saudara laki-laki Iraq kita menganggap diri mereka sebagai tentara dari pemimpin tertinggi,” kata Soleimani. Diketahui, para milisi Syiah Iraq telah berjanji setia kepada Khamenei, pemimpin ideolog Iran.

Soleimani juga memuji dukungan Teheran terhadap pemerintah Iraq selama perang. “Kementerian pertahanan Iran bekerja “triple shift” untuk memproduksi senjata, dan mengirim Sukhoi Su-24s, yang disita dari Saddam Hussein selama Perang Teluk Pertama, segera setelah Perdana Menteri Irak mengajukan permintaan,” ungkap Soleimani.

Dia lalu menyinggung Abu Mahdi al Muhandis, komandan operasi Mobilisasi Angkatan Bersenjata (PMF). Bekerja bersama IRGC sejak tahun 1980an, Muhandis kerap berpose bersama Soleimani saat berkunjung ke Iraq. Soleimani mengatakan bahwa Muhandis adalah wakil utamanya di Iraq. Selain itu, ia menyinggung Hadi alias Abu Hassan al-Ameri, kepala Organisasi Badr dukungan IRGC yang juga tokoh senior PMF.

Soleimani selanjutnya memuji Hizbullah Lebanon karena memberikan pelatihan kepada PMF. “Saya harus mencium tangan Hassan Hassan Nasrallah yang hebat,” kata Soleimani.

Soleimani menyebutkan faktor kemenangan di Mosul, yaitu: rakyat Iraq dan Suriah, ulama Syiah Grand Ayatollah Ali Sistani, PMF, angkatan bersenjata Iraq, Parlemen Iraq dan Perdana Menteri Hayder al-Abadi.

Untuk diketahui, PMF adalah sebuah kelompok yang disponsori oleh pemerintah Iraq. Anggotanya terdiri dari 40 milisi, dimana mayoritas dari kelompok Syiah. Ada juga anggota yang berasal dari kelompok Kristen dan Yazidi. Mayoritas parlemen Iraq menyetujui aturan untuk melegalkan milisi ini sebagai entitas yang direstui negara dengan jaminan upah militer. Milisi ini berkembang selama perang melawan ISIS, dan diperkirakan berjumlah lebih dari 100.000 militan.

Kelompok milisi pro-Iran ini melakukan banyak kekejaman dan pelanggaran terhadap warga Sunni di Iraq. Human Rights Watch (HRW), dalam banyak laporan pada tahun 2016 menyebut kelompok-kelompok sektarian ini telah menahan dan menyiksa warga sipil di dekat Mosul di Iraq utara.

Lenih lanjut, Soleimani memuji kepemimpinan dan bimbingan Sistani. Dia sangat ingin membentuk front persatuan dengan Sistani dan pendeta Syiah, yang memiliki pengaruh signifikan di Iraq terutama di kalangan masyarakat Syiah, yang menyaksikan meningkatnya pertikaian di antara kelompok politiknya.

“Pohon murni ini (PMF) didirikan setelah fatwa orang besar ini (Sistani), dan persatuan Iraq pada saat ini jarang terjadi,” katanya. “Darah pemuda Syiah tumpah untuk menyelamatkan pemuda Sunni, yang berharga dan menunjukkan bahwa tidak ada yang bisa membagi bangsa ini. Semua ini berutang pada efek fatwa Ayatollah Sistani,” klaimnya.

Soleimani bercita-cita untuk terus membangun aliansi yang bertahan lama di Iraq -terutama dengan para pemuka agama Syiah- yang menggunakan kendaraan PMF untuk melegitimasi proxy-nya. Ia berusaha melakukan pencitraan dengan mendukung Iraq dan kemerdekaannya, sembari merancang sebuah strategi untuk mengguncang stabilitas negara.

Reporter: Ibas Fuadi
Sumber: The Long War Journal

The post Puja-Puji Jenderal Iran untuk Pasukan Iraq Pasca Jatuhnya Mosul appeared first on Kiblat.



from Kiblat /2017/07/18/puja-puji-jenderal-iran-untuk-pasukan-iraq-pasca-jatuhnya-mosul/
via IFTTT

close