Pesantren Tahfizhul Qur’an dan Sains Permata Ekselensia Resmi Dibuka

CIKARANG (Panjimas.com) – Quranic Science Boarding School, Pesantren Al-Qur’an dan Sains Permata Ekselensia, resmi dibuka pada hari Ahad (16/7/2017).

Dalam pembukaan pesantren tersebut, hadir selaku pembina Ustadz Nurhuda S.Si, Ustadzah Intan Kusuma Dewi, Ustadz Gunawan dan para asatidz lainnya serta para Relawan Infaq Dakwah Center (IDC). Pada kesempatan tersebut, hadir pula para wali santri, yang hendak menitipkan putra-putrinya di pesantren.

Ustadz Nurhuda dalam sambutannya menyampaikan bahwa kaum Muslimin seyogyanya mendidik anak-anak mereka agar menjadi generasi yang tangguh sesuai dengan zamannya.

“Inilah yang menjadi dasar pemikiran kami, cita-cita kami, agar kami bisa melahirkan generasi-generasi yang tangguh. Baik dalam aspek-aspek perjuangan dan kehidupan, sehingga nantinya betul-betul menjadi generasi yang mumpuni di zaman yang mungkin berbeda dengan kita,” kata Ustadz Nurhuda.

Oleh sebab itu, generasi Islam di masa depan harus memiliki aqidah yang kuat dan Al-Qur’an di dadanya, dipadukan dengan penguasaan ilmu pengetahuan atau sains dan teknologi.

“Insya Allah di pesantren ini kita bangun kekuatan, dipersiapkan oleh guru-gurunya,” imbuh Ustadz Nurhuda.

Sementara itu, Ahmed Widad, perwakilan dari Relawan IDC menyampaikan bahwa, Pesantren Al-Qur’an dan Sains Permata Ekselensia, didukung penuh oleh Lembaga Sosial IDC, sebagai pemberi beasiswa full, kepada para santrinya.

Oleh sebab itu, Ahmed Widad mewakili Direktur IDC, Ustadz Abu Mumtaz menyampaikan harapan, semoga para santri yang belajar di pesantren, kelak menjadi para santri unggulan dan berprestasi.

“Kepada para asatidz di Pesantren Permata Ekselensia dan juga orang tua wali murid, kami ucapkan terima kasih atas kerja keras dan kepercayaannya. Semoga anak-anak bisa belajar dengan baik di pesantren ini,” ujarnya.

Selanjutnya, Ustadz Gunawan, selaku tokoh masyarakat dan sesepuh pendidikan di wilayah Telaga Murni, menyampaikan pentingnya aqidah sebelum anak-anak belajar ilmu yang lain. Hal itu sebagaimana dicontohkan oleh Lukmanul Hakim yang diabadikan di dalam Al-Qur’an,

وَإِذْ قَالَ لُقْمَانُ لابْنِهِ وَهُوَ يَعِظُهُ يَا بُنَيَّ لا تُشْرِكْ بِاللَّهِ إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ

“Dan (ingatlah) ketika Lukman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya, “Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah (berbuat syirik) sesungguhnya syirik itu kezhaliman yang sangat besar.” (QS. Lukman : 13).

“Pertama kali yang ditanamkan adalah tentang aqidah. Baru berikutnya ajarkan yang lain,” ujar Ustadz Gunawan.

Ustadz Gunawan juga memberikan motivasi agar anak-anak belajar dengan semangat. Tak lupa, ia menekankan agar adab harus terlebih dahulu diajarkan, sebelum mengajarkan ilmu. Tujuannya, agar kelak menjadi orang-orang berilmu sekaligus berakhlak.

Terakhir, Ustadz Intan menyampaikan sejumlah aturan-aturan yang harus dipahami oleh para wali santri. Hal itu agar membantu kerjasama menyukseskan program belajar mengajar di pesantren.

Usai memberikan berbagai pemaparan program-progam pesantren Permata Ekselensia, acara pun berakhir dengan ramah tamah dan makan siang bersama. [AW]



from Panjimas http://www.panjimas.com/citizens/2017/07/16/pesantren-tahfizhul-quran-dan-sains-permata-ekselensia-resmi-dibuka/
via IFTTT
Sebarkan Lewat Google Plus

0 comments:

Post a Comment

Komentarlah dengan kata yang baik, bijak dan jelas

close