Pemerintah Blokir Telegram, Pakar: Ini Kemunduran Teknologi

KONFRONTASI -   Pakar Komunikasi Digital, Anthony Leong menyatakan bahwa langkah Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) yang melakukan pemblokiran terhadap situs web Telegram yang beralamat di web.telegram.orgr merupakan sebuah langkah kemunduran teknologi.

“Gagal paham jika langsung diblokir, ini kemunduran teknologi di tengah kemajuan zaman. Jika memang ada keluhan soal konten bisa langsung disurati ke Telegram, tapi nyatanya sampai sekarang menurut CEO Telegram belum menerima permintaan resmi dari Indonesia,” kata Anthony dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Minggu (15/7).

Lebih lanjut, disampaikan dia, tentu banyak kerugian yang dialami masyarakat jika telegram dan aplikasi media sosial ditutup, terutama dari segi pertumbuhan ekonomi.

“Bagaimana kita bisa terus berkembang dalam ekonomi jika media sosial nantinya ditutup. Ini telegram ditutup saja berapa banyak UMKM yang merugi, berapa banyak pedagang online yang omsetnya turun signifikan. Ini harus jadi konsen pemerintah,” tegas Anthony.

Masih dikatakan Anthony menyebut ancaman Kemenkominfo dalam mentup media sosial asing jika tidak membuka kantor di Indonesia merupakan ancaman yang kurang relevan.

“Sekarang kita di zaman serba digital, perusahaan media sosial itu platformnya yang dijual. Sama seperti Uber, apa dia harus sediakan taksi, Airbnb juga tidak perlu miliki hotel sendiri untuk penyewaan. Ini hanya soal teknis. Cukup koordinasi dengan PIC yang ditunjuk untuk wilayah-wilayah tertentu,” tukasnya.(JuftAktual)

Category: 


from Politik https://www.konfrontasi.com/content/politik/pemerintah-blokir-telegram-pakar-ini-kemunduran-teknologi
via IFTTT

close