Nasionalisme Kultural Bangkit dan Bergerak bersama Islam Kultural, kata Pemimpinnya Suko Sudarso

KONFRONTASI- Tokoh senior GMNI dan Pemimpin nasionalis kultural yang juga alumnus ITB Ir Suko Sudarso menegaskan kaum nasionalis kultural bersama Islam kultural merupakan sokoguru civil society dan benteng demokrasi Republik Indonesia yang sudah bangkit kembali bersama rakyat bawah menapak ke depan. Bangkrutnya Nasionalisme struktural (politik) dan Islam struktural (politik) akibat korupsi  mereka yang membudaya, mendorong kebangkitan kaum nasionalis kultural dan Islam kultural (NU, Muhammadiyah) yang berdiri di luar pagar kekuasaan untuk merevitalisasi dan merevolusikan gerak maju peradaban menuju pemerintahan yang bersih, amanah dan adil. ‘’Nasionalisme cultural dan Islam cultural adalah harapan bagi masa kini dan amsa depan,’’ tegas Suko Sudarso, mantan Komandan Barisan Soekarno 1960-an didampingi Dr Herdi Sahrasad, akademisi Universitas Paramadina/alumnus Unpad, Nehemia Lawalata (PA-GMNI/alumnus Univ.Sam Ratulangi Menado) dan Ardinanda Sinulingga MA dari civitas academica Universitas Pertahanan dan GMNI  kemarin.

Suko Sudarso menekankan pentingnya memilih untuk membangun karakter dan jati diri bangsa, ketimbang meributkan persoalan rebutan duit/kekuasan, rebutan proyek, isu SARA dan status keagamaan yang sempit. Dirinya yang juga penghayat kepercayaan Sumarah sebagaimana Panglima Besar Jenderal Sudirman, menyatakan penghayatan budaya dan keyakinan akan Tuhan Yang Maha Esa merupakan perilaku budaya spiritual yang sudah dianut sebagai suatu sistem, menuju keharmonisan dalam hidup bermasyarakaat dan berbangsa.

Suko Sudarso menegaskan pentingnya  setiap manusia secara sungguh-sungguh berusaha untuk mengurangi nafsu yang ada di dalam diri manusia. Nafsu yang dimaksud, antara lain, adalah nafsu berkuasa, serakah mencari harta, mau menang sendiri, dan tidak mau berbagi. ''Ini akan mengulangi penyakit Orde Baru dan tragedi Orba,'' tegas sesepuh nasionalis yang akrab dengan aktivis muda itu.

Berbagai kalangan strategis menyebut peran dan tangan dingin  Suko Sudarso selaku Pemimpin Nasionalis Kultural akan sangat menentukan dalam percaturan  pilgub/pilkada  dan pilpres mendatang 

Foto Herdi Sahrasad.Tampak mantan tokoh  mahasiswa ITB Adi Sasono (almarhuim) ,Suko Sudarso, Herdi Sahrasad  Unpad dan Arif Budiyono ITS dalam suatu percakapan habis diskusi di kantor Mas Adi  (kf)

Category: 


from Tokoh https://www.konfrontasi.com/content/tokoh/nasionalisme-kultural-bangkit-dan-bergerak-bersama-islam-kultural-kata-pemimpinnya
via IFTTT
Sebarkan Lewat Google Plus

0 comments:

Post a Comment

Komentarlah dengan kata yang baik, bijak dan jelas

close