Komisi I: Pemblokiran Telegram Tanpa Alasan yang Jelas Timbulkan Masalah

KIBLAT.NET, Jakarta- Pemerintah dinilai belum membuat aturan berupa Peraturan Pemerintah (PP) yang spesifik mengenai pemblokiran atas sebuah situs atau aplikasi berbasis elektronik. Anggota Komisi I DPR, Sukamta menjelaskan, hal itulah yang menyebabkan pemblokiran kerap memunculkan kegaduhan ketimbang penyelesaian.

“Pemerintah katanya akan bertindak tegas kepada Google, Facebook dan Twitter yang mangkir bayar pajak. Tapi hingga saat ini belum ada perangkat untuk memaksa. Termasuk dalam hal ini isu pemblokiran terhadap Telegram yang dianggap tidak membuat filter terhadap konten berbau radikalisme”, jelas Sukamta dalam rilis yang diterima Kiblat.net pada Sabtu (15/07).

Menurut Sukamta, Undang-Undang No. 19 tahun 2016 tentang Perubahan Undang-undang No. 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) Pasal 40 ayat (2a), (2b) dan (6) dijelaskan bahwa pemerintah berwenang melakukan pemutusan akses dan/atau memerintahkan kepada penyelenggara sistem elektronik untuk melakukan pemutusan akses terhadap informasi elektronik dan/atau dokumen elektronik yang memiliki muatan yang melanggar hukum, untuk melakukan pemutusan akses tersebut diamanatkan pemerintah agar membuat PP.

“Saya kira, tanpa aturan yang jelas, secara teknis, pasti akan timbul masalah. Apalagi, cara kerja pemblokiran belum ada pedoman yang jelas dan baku. Mestinya kan ada pembinaan dulu. Pemblokiran bisa jadi jalan terakhir setelah pembinaan dan peringatan sudah dilakukan tapi tidak membawa hasil,” ujarnya.

“Sebaiknya pemerintah menghindari asal main blokir sedangkan fiksasi belakangan, ini bisa mengancam kehidupan berdemokrasi di negeri kita” imbuhnya.

Selain itu, menurut Sukamta isu pemblokiran situs jejaring asing ini mestinya menjadi momentum untuk mengembangkan industri IT nasional.

“Ini penting dilakukan supaya kita tidak bergantung kepada aplikasi asing, seperti China yang punya aturan ketat tetapi di sisi yang lain mendorong industri IT maju pesat,” pungkas Sukamta.

 
Reporter: Taufiq Ishaq
Editor: Syafi’i Iskandar

The post Komisi I: Pemblokiran Telegram Tanpa Alasan yang Jelas Timbulkan Masalah appeared first on Kiblat.



from Kiblat /2017/07/16/komisi-i-pemblokiran-telegram-tanpa-alasan-yang-jelas-timbulkan-masalah/
via IFTTT

0 Response to "Komisi I: Pemblokiran Telegram Tanpa Alasan yang Jelas Timbulkan Masalah"

Post a Comment

Komentarlah dengan kata yang baik, bijak dan jelas