Kader Muda Golkar: Novanto Mundur! Novanto Mundur!

KONFRONTASI -   Kader Muda Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia menyarankan Setya Novanto mundur dari jabatan yang disandangnya pasca ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi proyek pengadaan e-KTP oleh KPK. Karena menurut dia, demi kebaikan partai dan bangsa.

Ia mengatakan sejak awal ketika nama Ketua Umum Golkar itu disebut namanya dalam dakwaan pada sidang pertama dengan terdakwa Irman dan Sugiharto, sudah disarankan agar beliau segera mengundurkan diri dan keluarga besar partai berlambang pohon beringin menyiapkan diri menggantikan kepemimpinan baru di DPP.

"Itu perlu dilakukan demi penyelamatan partai," kata Doli kepada INILAHCOM, Senin (17/7/2017).

Menurut dia, faktanya dalam tiga bulan terakhir itu setiap kali ada persidangan dan pemeriksaan saksi di Pengadilan Tipikor, nama Novanto selalu disebut dan secara otomatis pasti Golkar tersandera dan terbawa-bawa negatif.

"Oleh karena itu, dengan ditetapkannya SN sebagai tersangka saat ini, tidak ada jalan lain demi menjaga nama partai. SN harus mengundurkan diri dari Ketua Umum DPP Golkar dan Ketua DPR RI, agar citra partai Golkar dan DPR tidak terikut terus merosot," ujarnya.

Apalagi, kata Doli, bagi Golkar jangan sampai urusan pribadi SN mengganggu urusan konsolidasi partai dalam menghadapi agenda-agenda politik strategis ke depan. Pilkada serentak 2018 sudah di depan mata dan persiapan Pileg serta Pilpres 2019 tidak bisa ditunda.

"Jadi tidak ada jalan lain DPP dengan semua perangkatnya termasuk Dewan Pembina, Dewan Kehormatan, dan Dewan Pakar harus segera melakukan rapat untuk mengambil sikap mempersiapkan Munaslub," tandasnya.

Untuk diketahui, Ketua KPK Agus Rahardjo menyampaikan penetapan status Ketua DPR Setya Novanto sebagai tersangka kasus korupsi proyek pengadaan e-KTP. Karena, Novanto diduga menguntungkan diri sendiri ketika menjadi anggota DPR Periode 2009-2014.

Novanto disangkakan dengan Pasal 2 dan Pasal 3 ayat (1) Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang tindak pidana korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Novanto melalui pengusaha Andi Agustinus alias Andi Narogong diduga mengkondisikan pemenang pengadaan barang dan jasa e-KTP. Novanto sebagai tersangka keempat dalam kasus korupsi yang merugikan uang negara senilai Rp2,3 triliun.(Juft/Inilah)

Category: 


from Tokoh https://www.konfrontasi.com/content/tokoh/kader-muda-golkar-novanto-mundur-novanto-mundur
via IFTTT

close