ISAC Nilai Perppu Ormas untuk Takuti Masyarakat

KIBLAT.NET, Jakarta- Sekertaris Islamic Study and Action Centre (ISAC), Endro Sudarsono memberikan komentar terkait Perppu Keormasan yang dikeluarkan pemerintah. Menurutnya, pembubaran ormas lebih tepat dilakukan pengadilan.

“Pembubaran ormas lebih tepat pada lembaga yudikatif yaitu pengadilan, sedangkan pemerintah cukup melakukan pembinaan sekaligus penegakan hukum,” katanya kepada Kiblat.net melalui rilisnya pada Sabtu (15/07).

Endro mengatakan, dalam Perppu ini memuat juga tentang pidana. Ia menerangkan, anggota ormas yang melanggar Perppu ini bisa dipenjara serendah rendahnya 6 bulan dan setinggi-tingginya hukuman seumur hidup.

“Jelaslah bahwa semangat Perppu ini tidak mendewasakan masyarakat dan cenderung membatasi dan menakut-nakuti warga,” imbuhnya.

Menurutnya, lebih tepat kiranya pemerintah melakukan pendekatan persuasif, dialogis kepada masyarakat atau ormas yang dianggap melanggar hukum.

Selain itu, ISAC juga meminta agar pemberlakuan Perppu ini ditunda terlebih dahulu. Hal itu bertujuan untuk mengantisipasi korban berupa pembubaran ormas yang kritis atau yang merasa kecewa terhadap pemerintah.

“Namun jika penerbitan Perppu ini dalam rangka khusus pembubaran ormas yang selama ini telah nyata-nyata mengarah pada perilaku separatisme, atheisme dan komunisme tentu akan didukung oleh masyarakat luas,” tukasnya.

 
Reporter: Taufiq Ishaq
Editor: Syafi’i Iskandar

The post ISAC Nilai Perppu Ormas untuk Takuti Masyarakat appeared first on Kiblat.



from Kiblat /2017/07/16/isac-nilai-perppu-ormas-untuk-takuti-masyarakat/
via IFTTT

close