Dr. Ferdinan: Rehabilitasi Pecandu Narkoba dengan Kekuatan Doa dan Berbasis Masjid

JAKARTA (Panjimas.com) – Indonesia saat ini sudah masuk menjadi negara darurat narkoba. Hal tersebut dikarenakan angka prevalensi penyalah guna narkotika di Indonesia menurut Badan Narkotika Nasional (BNN) pada November tahun 2015 mencapai 5,9 juta orang.

Sementara itu, dari target rehabilitasi 100 ribu orang per tahun, kemampuan rehabilitasi secara nasional sementara ini di angka sekitar 18 ribu orang per tahun. “Butuh 200 tahun lebih untuk merehabilitasi para pecandu, dengan catatan tidak ada penambahan pecandu. Padahal per tahun diperkirakan yang bertambah adalah 100 ribu orang,” ujar Dr Ferdinand Rabain, seorang ahli penanganan narkoba kepada wartawan yang tergabung dalam Forum Jurnalis Muslim (Forjim) di Resto Abunawas, Jakarta, Selasa (11/7/2017).

Oleh karena itu, kata Ferdinand, sudah saatnya sistem rehabilitasi itu dilakukan secara terbuka dan memakai pendekatan agama melalui rumah ibadah, dalam hal ini masjid.

Menurutnya, sistem berbasis masjid itu sangat efektif merehabilitasi para pengguna narkoba. Panti rehab bisa turun ke masjid-masjid, transfer ilmu ke pengurus atau jamaah masjid agar mereka dapat melakukan seperti panti rehabilitasi.

“Target per tahun 100 ribu orang direhabilitasi, kalau pakai sistem sekuler itu sulit dan mahal. Tetapi kalau pakai metode Islam berbasis masjid, itu hanya dibagi saja setiap masjid dapat jatah berap pasien. Jumlah masjid di
Indonesia itu 800 ribu masjid, jadi kalau targetnya 100 ribu berarti 1 orang bisa ditangani oleh 8 masjid. Di masjid itu ada Ulama, DKM, tokoh masyarakat dan warga. Itu sangat bisa untuk menanggani 1 orang saja,” jelas Ferdinand.

“Jadi kalau ada 5,9 juta orang pecandu dibagi 800 masjid, berarti 1 masjid menampung 7 orang dalam satu tahun,” tambah dokter lulusan Amerika ini.

Ia meyakini, dengan sistem berbasis masjid, dalam hitungan tahun pecandu narkoba akan beres. Dengan catatan, pemerintah menyadari pentingnya sarannya ini.

Dalam prakteknya, Ferdinand sendiri memiliki kemampuan menganggani pasien pecandu narkoba melalui metode doa. “Kekuatan doa sangat dahsyat, dengan kita berserah diri dan meminta langsung kepada Allah SWT, insyaallah akan disembuhkan,” tandasnya. (desastian)



from Panjimas http://www.panjimas.com/news/2017/07/13/dr-ferdinan-rehabilitasi-pecandu-narkoba-dengan-kekuatan-doa-dan-berbasis-masjid/
via IFTTT

close