"Triliunan Kasus Di Depan Mata Tak Tampak, OTT Recehan Di Seberang Lautan Tampak"



Setiap @DPR_RI akan membuat pansus angket maka pasti sebuah skandal besar akan terungkap...

Itulah yang terjadi pada kasus Bank Century yang merupakan salah satu skandal perbankan yang sangat besar

Awalnya ini dianggap tidak perlu atau tidak penting, ditentang oleh banyak pihak termasuk partai penguasa..

Tapi alhamdulillah @DPR_RI menyepakati pembentukan pansus angket century setelah melalui voting penolakan..

Pansus angket century terbentuk 4 Desember 2009 dan selesai 3 Maret 2010 dengan hasil yang mencengangkan.

Sebuah skandal mencuri uang rakyat dilakukan dengan canggih terungkap...ini bukan OTT Recehan menjelang lebaran...

Demikian pula dengan skandal Pelindo II yang angketnya dibentuk dengan penolakan. Bahkan diremehkan...

Padahal, Sejak awal komisi 6 yang membawahi pengawasan terhadap kementrian BUMN telah curiga dengan gelagat perusahaan pelabuhan itu.

Awalnya adalah kontrak konsesi yang diberikan kepada Hutchison Port Holding (HPH) perusahaan Hongkong sampai tahun 2038..

Perpanjangan pengelolaan terminal Priok ini dianggap banyak pelanggaran... khususnya UU 17 2008 ttg pelayaran.

Silahkan ketik di google "pdf benang kusut PELINDO 2" majalah @DPR_RI pernah bikin laporan

Lalu apa yang terjadi sekarang...

Di tengah keraguan dengan bantuan @bpkri pansus angket pelindo2 terbukti benar..

Kemarin secara mengagetkan @bpkri telah melaporkan hasil audit yang menemukan kerugian negara sebesar 4,08 Trilyun rupiah.

Ketua pansus ibu @rieke_diah bahkan menduga total kerugian sebesar 17 Trilyun setelah kasus Global Bond, dll.

Itulah hasil dari temuan dua pansus angket @DPR_RI yang selalu mengungkap skandal...

Tapi sayangnya,Dua skandal yang merupakan juga hasil audit resmi auditor resmi negara itu malah mandeg dan mungkin lenyap..

KPK sebagai lembaga negara yang dibuat dengan uang dan kewenangan yang besar malah terkesan tidak tertarik..

Buat KPK tas kresek berisi puluhan juta lebih menarik dan lebih penting... sementara trilyunan rupiah tidak jelas rimbanya..

Sekarang @DPR_RI berkesimpulan bahwa jangan2 di dalam KPK ada skandal juga...

Saya termasuk yang percaya bahwa kpk bisa menjadi skandal... karena itu pansus angket harus turun tangan kembali...

Seperti biasanya pasti ditolak. Tetapi @DPR_RI sebagai lembaga wakil rakyat harus jalan terus.

Dengan niat ikhlas @DPR_RI akhirnya akan membuktikan bahwa kecurigaan awal sangat berdasar.

Rakyat harusnya santai dan tenang. Lihat saja rapat2 yang akan dibuat terbuka. Ini adalah tontonan yang menarik.

Semoga di bulan baik ini kita sebagai bangsa akan bangkit melawan pembodohan oleh kemunafikan.

Selamat itikaf dan selamat menyaksikan...

#DukungAngketKPK#BongkarSkandalKPK#AngketBongkarSkandal

Twitter @Fahrihamzah
ADA BERITA UNIK DAN MENARIK SCROLL KE BAWAH www.REPUBLIK.in
Sumber Berita : Redaksi


from Republikin http://www.republik.in/2017/06/pol-triliunan-kasus-di-depan-mata-tak.html
via IFTTT

0 Response to ""Triliunan Kasus Di Depan Mata Tak Tampak, OTT Recehan Di Seberang Lautan Tampak""

Post a Comment

Komentarlah dengan kata yang baik, bijak dan jelas

close