Tokoh FSLDK Hanafi, Tolak Intervensi Dakwah Kampus

SOLO, (Panjimas.com) – Mantan Ketua Pusat Komunikasi Nasional (Puskomnas) Forum Silaturahmi Lembaga Dakwah Kampus (FSLDK) Tahun 2016, Hanafi Ridwan Dwiatmojo menolak intervensi pemerintah terhadap kegiatan dakwah kampus. Pasalnya aktivitas dakwah kampus tidak bisa diintervensi dengan alasan radikalisme.

Hanafi menyampaikan bahwa esensinya gerakan radikalisme yaitu paham yang mempengaruhi gerakan secara mendasar dengan cara kekerasan tentu hal tersebut tidak dibenarkan.

Baginya menjadi radikal itu tidak terlalu bermasalah karena dengan begitu sebagai seorang muslim kita akan menjadi sosok yang mampu melihat segala sesuatu secara komprehensif, menyeluruh. Dia pun menyayangkan tuduhan terhadap Masjid Salman di Institut Teknologi Bandung (ITB) sebagai sarang radikalisme.

“Saya menduga keterlibatan pemerintah di dalam kampus karena kampus di beberapa daerah menjadi target paham radikalisme namun saya tidak sepakat jika itu dikaitkan dengan dakwah kampus,” ujar Hanafi belum lama kepada Panjimas.com.

Gerakan dakwah yang dilakukan di masjid- masjid kampus terbukti tidak lebih berbahaya daripada gerakan radikal yang memecah belas umat dan bangsa Indonesia.

Hanafi mencontohkan gerakan separatis yang terjadi di beberapa daerah di Indonesia justru lebih mengancam keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Misalnya gerakan Organisasi Papua Merdeka (OPM), Republik Maluku Selatan, Minahasa Merdeka yang secara jelas memecah belah NKRI.

Hanafi yang juga aktivis dakwah kampus menjelaskan jika selama ini berdasarkan pengalamannya di Lembaga Dakwah Kampus (LDK) justru membantu melakukan pembinaan karakter mahasiswa muslim.

Dia pun menilai pernyataan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PB NU), Said Aqil Siradj terkait pornografi lebih baik dibandingkan radikalisme jelas- jelas sangat tidak dibenarkan. Bagaimanapun pornografi itu jelas- jelas merusak karakter anak bangsa, dan FSLDK jelas- jelas menentang hal tersebut.

“Kami sudah bekerja sama dengan Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan Majelis Ulama Indonesia untuk melawan narkoba dan miras dalam rangka menjaga karakter anak bangsa,” pungkasnya.[IZ]

from Panjimas http://www.panjimas.com/news/2017/06/08/tokoh-fsldk-hanafi-tolak-intervensi-dakwah-kampus/
via IFTTT


Tidak ada komentar:

Write a Comment

Komentarlah dengan kata yang baik, bijak dan jelas


Ke atas
close